Abob Sebut Nama Agussahiman di Sidang Reklamasi Pulau Bokor Batam

sidang-abob-di-pengadilan-batam


WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Majelis hakim mencerca banyak pertanyaan pada Ahmad Mabub alias Abob soal kasus reklamasi penimbunan pantai pulau Bokor Tiban Batam, Sealsa (18/10/2016) sore di PN Batam.

Dalam keterangannya, ia mengenal terdakwa Afuan selaku komisaris di PT Power Land miliknya. Antara terdakwa dengannya ada hubungan tali keluarga.

” Nenek kami kakak adik,” kata Abob kepada majelis hakim.

Dalam perkara penimbunan pantai tanpa memiliki izin Amdal dam izin Lingkungan. Abob mengatakan bahwa lokasi lahan tersebut adalah miliknya dengan nama perusahaan PT Golden termasuk PT Power Land. Namun setelah dipertegas hakim Edward Sinaga SH pada Abob, baru mengatakan bahwa nama perusahaan itu adalah PT Power Land.

Awal dapatnya lahan pantai laut itu karena memohon pada Pemko Batam. Kemudian diuruskan oleh terdakwa Afuan surat dan ditandatangani oleh langsung Agussahiman selaku Sekda Kota Batam.

Kata Abob, alasan terdakwa menggurus surat suratnya karena Abob tak mengerti dalam penggurusan surat, maka disuruhlah Afuan karena dia juga pagawai BP Batam dan mengerti soal penggurusanya.

Setelah lahan disetujui, penimbunan pantai pun dikerjakan oleh kontraktor PT Putra Setokok milik Awang Herman, Ketua HSNI Kota Batam, untuk rencana perumahan. Lalu diurus dulu perizinannya. Antara kontraktor PT Putra Setokok dengan PT Power Land, ada perjanjian kontrak kerja tahun 2011 disaksikan oleh terdakwa Afuan.

Setelah berjalan penimbunan, lalu mendapat teguran dan Bapedal Kota Batam menghentikannya tahun 2012 karena belum mendapatkan izin Amdal dan lingkungan.

” Afuan bilang sama saya saat dia besuk ditahanan Pekanbaru, izin sudah keluar,” ungkap Abob.

Sementara izin Amdal dan izin lingkungan baru keluar tahun 2013. Kata Abob izin tersebut diurus oleh konsultan dan terdakwa Afuan. Untuk penimbunan pantai yang lakukan oleh PT Putra Setokok tidak saya ketahui.

” Penimbunan itu saya tidak tahu kalau mengetahui sudah saya larang,” kata Abob berkilah.

Dalam perjanjian kontrak pekerjaan penimbunan pantai antara Awang Herman pemilik PT Putra Setokok dan Abob sebagai Direktur di PT Power Land, menuangkan beberapa poin perjanjian diantaranya; menimbun seluas 70 hektar lahan dengan nilai proyek sebesar Rp.147 milyar dan Tinggi penimbunan 1,5 meter.

Abob menjelaskan, telah melakukan pembayaran pada PT Putra Setokok sebesar 10 persen dari nilai total projek. Tegasnya.(nikson simanjuntak)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News