Bupati Natuna Ingatkan agar Pejabat dan Pegawai Tidak Lagi Pungli

Warta Kepri Hamid Rizal ke Pulau Tiga Natuna

WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Bupati Kabupaten Natuna H.A.Hamid Rizal meminta seluruh aparatur sipil di Natuna untuk tidak melakukan praktik pungutan liar (pungli) saat melayani masyarakat sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo.

” Saya minta warga jangan takut melapor apabila menemukan oknum pegawai maupun tenaga honorer melakukan praktik pungli dalam pengurusan administrasi kependudukan seperti e-KTP, akta kelahiran, kartu keluarga (KK) serta surat perizinan lainnya,” kata Hamid Rizal kepada Wartakepri.co.id, Rabu (19/10/2016).

Hamid menegaskan, bahwa dalam pengurusan administrasi kependudukan seperti pengurusan e-KTP, KK maupun akta kelahiran tidak dipungut biaya seperser pun.

PKP EXPO

Selain itu, untuk mengurus surat-surat terkait izin tentang mendirikan usaha prosesnya diharapkan dipermudah dan syarat yang dibutuhkan dilengkapi dengan baik. Pihaknya tidak ingin dikatakan pelayanan publik dianggap buruk.

” Kenapa harus diperlambat jika syarat yang diminta lengkap, hilangkan kebiasan mempersulit orang lain. Kalau ada yang nakal, akan kita tindak lanjuti sesuai peraturan yang berlaku,”jelasnya.

Lanjut Hamid, dalam waktu dekat dirinya akan mengumpulkan seluruh pejabat untuk diingatkan agar tidak melakukan pungli.

Operasi Pemberantasan Pungli yang tengah menjadi fokus presiden harus ditindaklanjuti oleh seluruh pemda dan kecamatan dan desa dikabupaten Natuna.

Menurutnya, walau Natuna Terbilang aman, namum bukan berarti lengah dan tidak mencermati pelayanan,lebih baik dari kwalitas pelayanan harus ditingkatkan.

Sebab lanjut Hamid, dirinya masih menerima aduan atau laporan masyarakat kepada dirinya terkait pelayanan di pemerintahan baik kesehatan maupun pelayanan Satu atap perizinan. Kendati demikian Aduan masyarakat itu menjadi hal yang harus ditindaklanjuti. terang Hamid.

Selain pelayanan e-KTP, kerawanan praktek pungli bisa terjadi dalam pelayanan perizinan investasi kepada para investor. Ia menegaskan, para investor yang akan melakukan investasi diharus dilayani dengan baik sesuai mekanisme telah ditetapkan daerah.

Seseorang yang diberi kewenangan menangani pelayanan perizinan harus memberikan arahan terkait proses izin yang harus dipenuhi para investor. Syarat perizinan menjadi hal utama yang harus dipenuhi oleh para investor sesuai dengan aturan yang berlaku.

” Kita semua wajib melayani semua investor. Kita minta siapa saja yang akan melakukan investasi di Natuna harus memenuhi juga persyaratannya atau menempuh izin,” ujarnya.

Pejabat yang menangani pelayanan perizinan, lanjut dia, harus memberikan arahan terkait proses izin yang harus dipenuhi para investor. Syarat perizinan menjadi hal utama yang harus dipenuhi oleh para investor sesuai dengan aturan yang berlaku.

Bahkan dalam waktu dekat, pihaknya akan mengumpulkan seluruh pejabat untuk diingatkan agar tidak melakukan pungli. OTT yang dilakukan terhadap petugas di Kemenhub, harus menjadi contoh agar di lingkungan Pemkab Natuna harus terbebas dari pungli.

“ Saya akan berkonsulidasi dengan setiap dinas agar tidak melakukan praktek pungli terhadap pelayanan kepada masyarakat di Natuna,” ujarnya.

Dirinya menegaskan budaya pungli jangan mendarah daging di pemerintahan yang dipimpinnya. Pelayanan kepada masyarakat diminta harus profesional dan terbuka. Ia juga akan memberlakukan sanksi tegas kepada para pejabat supaya memberikan efek jera.

Lebih lanjut Hamid Rizal menjelaskan, praktek pungli semacam ini jangan menjadi budaya di lingkungan Pemkab Natuna. Pelayanan kepada masyarakat diminta harus profesional dan terbuka. Ia juga akan memberlakukan sanksi tegas kepada para pejabat supaya memberikan efek jera.

” Mulai dari sanksi peringatan, pembinaan hingga diberhentikan,” tegasnya.

Hadirnya Tim Saber Pungli yang dipimpin langsung oleh Menko Polhukam, kata Hamid Rizal, merupakan langkah yang luar biasa untuk memberantas praktek pungli di setiap daerah.”Kita berharap di Natuna terbebas dari pungli,” pungkasnya.(rikyrinovs)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24
PKP PROMO ENTENG