RDP Komisi 2 Pertanyakan “Cut and Fill” Sukajadi dan Panbil Batam

RDP Dewan Batam soal Reklamasi


WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Akhir akhir ini Kota Batam digunjang pemberitaan tentang ” Cut and fill ” atau Gali dan urug yang dilakukan oleh beberapa perusahaan. Cut and fill adalah proses pengerjaan tanah di mana sejumlah tanah digali untuk kemudian ditimbun di tempat lain.

Yudi, Ketua Komisi 2 DPRD Batam mempertanyakan tentang cut and fill yang ada di perumahan Sukajadi dan Panbil. Karena menurut Yudi, kegiatan pemotongan lahan tersebut sudah sering ditanyai warga dan sebagian dari perusahaan pada dirinya. Untuk itu perlu penjelasan dari tim 9.

Kemudian, dengan gampang tim 9 mengatakan terkait Sukajadi dan Panbil akan di ceck dulu. Karena pada saat pemotongan lahan, bisa saja bukan pemilik lahan sendiri melainkan dari pihak kontraktor sebagai pihak kedua. Ungkapnya.

Dalam RDP tersebut, komisi 2 meminta pada tim 9 bentukan Pemko Batam yang terdiri dari Disperindag, KP2K, Dispenda dan Bapedal soal perizinan, anggaran pemasukan, pajak, kawasan dan perusahaan mana saja yang dapat melakukan cut and fill.

Kemudian Sallon juga menanyakan, perbedaan dalam penghitungan volume..?. Jawab Dendi Purnomo selaku Kepala dinas perindustrian perdagangan mengatakan bahwa pemberi izin cut and fill adalah BP Batam. Maka mereka lah yang lebih mengetahui soal itu. Disperindag hanya menghitung sesuai realisasi dilapangan saja, kata Dendi

Lanjut Dendi Purnomo, perusahan yang hanya memiliki izin lingkungan saja sudah bekerja melakukan cut and fill. Hal inilah dengan tegas, jika tidak melengkapi izin tersebut kami akan menghentikan kegiatanya.Tegasnya.

Lain halnya dengan Kepala Dinas KP2K, Suhartini mengatakan kawasan yang melakukan reklamasi pantai biasanya datang ke kantor dan membayarkan dana perbaikan hutan mangrove.

Sementara, Dinas pendapatan daerah (Dispenda)Kota Batam menjelaskan bahwa target dan penerimaan pajak dari perusahaan yang mendapatkan izin. Target tahun 2012 sebesar Rp 1,43 M, Tahun 2013 Rp 1,840 M, Tahun 2014 Rp 1,580 M, Tahun 2015 Rp 2,178 M dan tahun 2016 Rp 2,428 M.

Dari beberapa perusahaan yang melakukan reklamasi pantai, lalu menyetorkan ke Dispenda sebesar Rp 12,3 M. Namun sangat disayangkan, Dispenda hanya melaporkan beberapa nama saja diantaranya:
PT. Batamas Puri Permai dengan luas rekalamasi sebesar 173 m3 dan menyetor Rp 1,020 M.

Kemudian, PT Golden Beach 20 ribu meter atau 2 ha, menyetorkan Rp.100 juta. PT Puri Mahkota sebanyak 60 ribu meter atau 6 H, menyetorkan Rp 450 juta.

PT Puri Samudra Millenium sebanyak 5 ha, menyetorkan Rp.250 juta. PT Aneka Sarana Sentosa sebanyak 28 ha, menyetorkan Rp.1, 471 milyar. PT Mega Bangun Sejahtera sebanyak 20 ha, menyetorkan Rp.1 milyar. Dengan total Rp 4,9 milayar saja.( nikson simanjuntak )

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News