Pembakaran Rumah Glory Home Kriminal Murni, ‎Eksekusi akan Digelar Lagi‎

HARRIS BARELANG
WARTAKEPRI.co.id, BATAM – PT Kencana Raya Maju ( KRM), selaku pihak yang sudah memenangkan sengketa lahan seluas 40,820 meter persegi yang digarap warga Bengkong Harapan Swadaya, mengaku kecewa atas gagalnya eksekusi lahan setelah tim penanggung jawab keamanan menarik pasukannya mudur, Selasa (8/11/2016).

Melalui kuasa hukum PT. PT. Kencana Raya Maju Jaya, Nasib Siahaan.SH, setelah mengadakan pertemuan dengan Ketua Pengadilan Negeri (KPN) Batam mengatakan; bahwa KPN Edward Harris Sinaga S.H.,MH akan segera menjumpai Kapolresta Barelang guna mendiskusikan gagalnya eksekusi tersebut. Dan pihak KPN berjanji akan segera kembali melakukan eksekusi lahan tersebut.

” Penghentian eksekusi itu sangat menyesalkan sikap Kapolresta, padahal massa dari warga saat itu sudah tenang dan tim eksekusi bisa melanjutkan pembersihan lahan, tapi kenapa Kapolresta menghentikannya? ini agak aneh. Tetapi KPN berjanji akan melanjutkan eksekusi segera, sesuai perintah hukum dari putusan Mahkamah Agung,” kata Nasib Siahaan SH.

Lebih jauh Nasib Siahaan SH menjelaskan, terkait hasil putusan Mahkamah Agung (MA) RI No. 3268 K/PDT/2015,Jo Putusan Pengadilan Tinggi Pekan Baru No.45/PDT/2015/PT.PBR, Jo Pengadilan Negeri (PN) Batam No.25/PDT.G/2014/PN BTM. Pihak penggugat Made Bayu Adisastra Direktur PT. Kencana Raya Maju Jaya melawan tergugat Sawaluddin, Wiranto, Sodikin, Wiwin, Gomgom Fatmawati, Diyono Eka Putra, Safarudin, A. Aritonang, Wali Kota Batam, BP Batam, Ketua DPRD Batam, Tim Terpadu Kota Batam dan Najmi, telah dikabulkan. Tergugat I-IX dihukum untuk menyerahkan lahan 40.820 M2 tersebut dalam keadaan kosong.

Kasus ini sudah berjalan selama 2 tahun hingga tingkat banding. Pengadilan Tinggi juga menguatkan putusan pengadilan tingkat pertama, PN Batam.
Bahkan tahap kasasi, Mahkamah Agung sudah mengeluarkan putusan menolak permohonan kasasi pihak tergugat.

Disamping itu, selama perkara persidangan gugatan perdata, sudah ada mediasi yang dilakukan oleh kedua belah pihak, namun mereka (Warga) tetap berkeras mengatakan bahwa lahan itu haknya.

“Sekarang warga sudah kalah, sebelumnya PT Kencana Raya Maju mau memberikan kompensasi, tapi warga menolak,” terang Nasib Siahaan SH.

Terkait pengrusakan dan pembakaran 15 unit rumah perumahan Glory yang berseberangan dengan lahan warga mau digusur, akan melaporkan bahwa itu tindakan kriminal murni.
Warga ruli yang mau digusur sudah mempersiapkan untuk menggagalkan eksekusi lahan, dengan menyiapkan bom molotob yang ditemukan di dalam rumah warga yang sudah ditangkap.

Kemudian, menyiapkan ban ban bekas di jalan dan dibakari serta melempari batu kepada tim terpadu untuk menghalangi masuk ke lokasi lahan yang akan digusur.

Sementara, Amsakar selaku wakil Walikota Batam saat diwawancarai mengatakan ; pertimbangan keamananlah untuk menghentikan eksekusi ini karena beberapa warga mempersiapkan bom molotob dan yang bukan warga yang akan digusur.

“Jika eksekusi lahan tetap dilakukan akan berdampak buruk nantinya. Maka kapolresta mengambil keputusan dan menunggu arahan walikota nanti,” kata Amsakar. (nikson simanjuntak)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24 PKP PROMO ENTENG