Ricky Indrakari : Aksi Demo Maupun Tutup Toko Bukanlah Bijak



WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Meski telah diberlakukan kenaikan Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam, hingga saat ini masih saja menjadi perbincangan yang serius di tengah masyarakat, khususnya para pengusaha.

Memang ada juga sebagian masyarakat yang pro, diam tanpa peduli. Namun tidak sedikit pula yang menentang dan mengutuk kebijakan tersebut. Alasannya sederhana saja, yakni dianggap sebagai aturan penindasan terhadap masyarakat kalangan menengah kebawah.

Bahkan, protes pun pernah dituangkan oleh masyarakat dalam aksi damai menolak UWTO beberapa waktu lalu di kantor BP Batam. Disamping itu, aksi tutup toko juga disebut-sebut sebagai tindakan untuk menolak kenaikan UWTO. Lantas, sikap yang bagaimana seharusnya diambil karena aturan tersebut telah ditetapkan.

Menanggapi persoalan itu, Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, Riky Indrakari menilai bahwa kenaikan UWTO memang memberatkan masyarakat, dan membuat Batam semakin tidak kompetitif.

Namun demikian, aksi demo maupun tutup toko bukanlah langkah yang bijak. Justru akan membuat perekonomian menjadi terganggu.

” Memang memberatkan, tapi perlu disikapi dengan bijak. Warga tidak boleh ditakut-takuti, apalagi hanya melalui surat edaran atau pun himbauan,” ujarnya Senin (14/11/2016).

Menurutnya, surat edaran aksi tutup toko yang dilakukan masyarakat tersebut, harus ditanggapi serius. Dalam hal ini, Walikota Batam dan Kapolresta Barelang wajib melindungi segenap warga Kota Batam tanpa terkecuali.
Persoalan penolakan terhadap kenaikan UWTO, sebaiknya dilakukan warga melalui upaya hukum semisal judicial review.

“Kita semua tentu sangat berkepentingan Batam ini maju, modern dan memiliki daya saing yang hebat untuk dapat menarik investasi masuk. Sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang luas bagi masyarakat,” ucapnya.

Politisi PKS ini menghimbau Walikota Batam untuk harus mensikapi dan memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat Batam. Selanjutnya menghimbau agar masyarakat tetap melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasanya.

“Jika terus melakukan tindakan maupun langkah yang tidak bijak, tentunya masyarakat juga yang akan menanggung kerugian nya,” imbuhnya. (san)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News