Habis Kontrak, Bekas 38 Sekurti‎ di Fantasy Island Tagih Sisa Gaji

WARTAKEPRI.co.id, BATAM –  Funtasy Island dimana kawasan wisata itu nantinya akan dibangun sejumlah fasilitas seperti Forest Bungalow, Berbagai macam Villa,Water world Park, Beach Club, The Wave Promenade dan Love Island dan taman rekreasi bertema alam (Eco-theme park) yang digadang-gadang bakal jadi yang terbesar di dunia.

Namun nasib para pekerja nya yang masih aktif maupun yang sudah resign dari Funtasy Island yang bernaung dalam sebuah perusahaan yang berbasis di Jakarta PT. Batam Island Marina tersebut, tidak memenuhi kewajiban dan tanggung jawab terhadap pekerja nya.

Hal ini diungkap seorang staff yang bekerja di Funtasy Island ke WartaKepri, bulan Oktober 2016 lalu. Dimana waktu itu dijelaskan, para pekerja ada yang belum menerima gaji serta penunggakan pembayaran BPJS baik itu Tenagakerjaan dan Kesehatan.

PKP EXPO
Kini ada informasi lagi, dan ini keluhan datang dari pihak Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) di bawah naungan PT. Garda Bangsa Securindo  (GBS) yang mana mempekerjakan 38 anggotanya di lokasi tersebut, dan mengaku belum menerima gaji.
‎‎
Menurut Suamdy, Pimpinan dari pihak security mengatakan kepada Wartakepri, “kita terikat kontrak kerja selama satu tahun dan telah berakhir pada tanggal 25 Oktober 2016 lalu. Tapi untuk pembayaran gaji belum menerima sepenuhnya tagihan untuk priode Agustus – Oktober 2016.
” Lalu dijanjikan akan dilakukan pembayarannya oleh managemen BIM pada bulan Oktober – Desember 2016, akibatnya GBS terpaksa menunggak pembayaran BPJS selama 3 bulan serta Pajak Pertambahan Nilai (PPn), ” ungkap Suamdy. Batam 24/11/2016.

Kini proyek yang berlokasi di Pulau Manis – Belakang Padang tersebut terbengkalai kurang lebih dua bulan tidak ada pengerjaan sama sekali.
Setelah menerima laporan tersebut, Wartakepri.co.id mencoba menghubungi pihak Funtasy Island via WA namun tidak ada jawaban dan tanggapan. Sebelum berita ini di terbitkan. (Andi Pratama).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24