Gubernur Kepri “Sekejab” di Kepri Sekejab di Jakarta, Ada Apa?

GALERI 24

WARTAKEPRI.co.id, TANJUNGPINANG – Gubernur Nurdin Basirun menghabiskan waktunya di udara. Dia harus memenuhi dan menghadiri sejumlah kegiatan yang tak bisa diwakilkan. Semua demi kemaslahatan umat, peningkatan daya saing daerah, juga untuk menjaga keutuhan NKRI.

” Kepri harus damai, aman dan nyaman untuk kehidupan dan investasi. Daya saing harus terus tinggi,” kata Nurdin, usai menghadiri acara dengan Menko Perekonomian, Jumat (25/11) petang.

Sebelumnya, pada Selasa (22/11), Nurdin memenuhi hari-harinya dengan sejumlah aktivitas. Pagi hari, Nurdin mengunjungi Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia, Batam.

Di situ, Gubernur berpesan tentang pentingnya membangun generasi yang islami. Nurdin kemudian menerima tim dari Perusahaan Gas Negara (PGN). Pesan Nurdin satu: pembangunan infrastruktur gas, harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kepri.

Sore harinya, Nurdin sudah ditunggu di Kementerian Perekonomian. Lagi-lagi rapat koordinasi revitalisasi BP Batam. Rapat tertunda, karena Menko Darmin Nasution dipadatkan dengan sejumlah agenda.

Meski tertunda, Nurdin sempat menemui Darmin. Selain percepatan penyelesaian masalah Batam, kata Nurdin, pihak kementerian sedang mengkaji Bintan dan Karimun sebagai Kawasan Ekonomi Khusus.

Usai bertemu Darmin, Nurdin bergegas ke bandara. Pagi-pagi, dirinya harus sudah ada di Batam. Polda Kepri Rabu (23/11) itu memusnahkan 19,8 kilogram narkoba. Nurdin berterima kasih karena begitu besarnya ancaman narkoba terhadap generasi Kepri. Pemusnahan ini menyelamatkan generasi Kepri dari ancaman narkoba.

Nurdin pun sempat menemui Sekjen Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Dia minta kucuran sejumlah kegiatan infrastruktur untuk Kepri.

Siang harinya, Nurdin menghadiri Silaturahmi Gubernur dan FKPD Provinsi Kepulauan Riau Bersama Organisasi Keagamaan, Organisasi Kepemudaan, FKUB dan FPK Provinsi Kepulauan Riau.
Pada acara yang mengambil tema Pembinaan Wawasan Kebangsaan Dalam Rangka Menuju Indonesia Damai ditekankan pentingnya masyarakat Kepri untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan, agar terus terbangun kondisi yang baik untuk daerah ini.

Sikap saling menghargai dan menghormati satu sama lain sangat penting untuk terus ditumbuhkan. Semua pihak diminta untuk terus menjaga kedamaian Kepri.

” Menjaga Keamanan dan Persatuan agar situasi tetap kondusif dan bersatu padu merupakan langkah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Nurdin.

Nurdin kembali menuju Jakarta di malam hari ini. Rapat Koordinasi dan Dialog Terbuka Gubernur seluruh Indonesia dimulai sejak pukul 09.00 Kamis (24/11). Dialog ini menghadirkan Ketua KPK Agus Rahardjo, Menko Polkam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution. Hadir juga Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo, Kapolri Jendral Tito Karnavian, dan Kepala BNPT Suhardi Alius.

Dari dialog tersebut, Gubernur menyampaikan pihaknya ingin segala hal di Kepri bebas dari korupsi. Bagi Nurdin, pemerintahan yang bersih akan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dialog itu juga membahas tentang kebhinekaan dan sejumlah ancaman terhadap keutuhan NKRI. Dalam kesempatan itu, usai Kapolri Jendral Tito Karnavian menyampaikan materi, Nurdin sempat menyampaikan bahwa Kepri sudah melaksanakan dialog dengan seluruh komponen masyarakat. Hal yang sama juga disampaikan Nurdin kepada Mendagri Tjahjo Kumolo.

Dalam perbincangan yang akrab dengan Kapolri, Nurdin menyebutkan bahwa Jendral Tito akan segera ke Kepri.

Pada momen yang sama, begitu selesai bincang-bincang dengan Suardi Alius, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) selesai, Gubernur Nurdin Basirun bergegas ke Bandara Soekarno Hatta.

Karena, pagi Jumat (25/11), Nurdin harus menghadiri Doa Bersama di Masjid Raya Batam. Padahal Jumat siang, sudah diagendakan Rapat Koordinasi Terbatas Pembahasan Kebijakan Kebijakan Terkait Revitalisasi Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.

Tapi Nurdin harus hadir di Batam. Apalagi ini Doa Bersama Dalam Kebhinekaan untuk NKRI. Menurut Nurdin, dalam berbagai isu belakangan ini, masyarakat Kepri harus menjadi masyarakat pemenang dalam toleransi, dalam menjaga persatuan dan kesatuan.

Setelah pagi di Batam, dan siang di Jakarta, Jumat malam Nurdin harus bertolak ke Pekanbaru. Nurdin bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat.

Bagi Nurdin, berpindah-pindah tempat bukan suatu masalah selagi itu memberi manfaat untuk masyarakat dan menjaga keutuhan NKRI. Aspirasi pun harus selalu dijemput.

Beberap kelompok masyarakat, kadang perlu mendapat ruang dan waktu yang tidak formal untuk menyampaikan aspirasi. Tak heran jika Nurdin selalu melakukan safari subuh untuk bertemu masyarakat. Atau shalat fardhu berjamaah dengan singgah ke sejumlah masjid. Kadang pertemuan itu dilakukannya di kedai-kedai kopi atau langsung turun ke pasar.

Dari perjumpaan seperti ini, apa yang disampaikan masyarakat memang sesuatu yang menjadi prioritas mereka. Kadang apa yang didapat di lapangan, bisa langsung disanding dengan laporan pegawainya.

Nurdin ingin semangat dan etos kerja aparatur sipil negara di Pemprov Kepri sangat bagus. Pergerakannya dirinya dari satu kota ke kota lainnya, dari satu pulau ke pulau lainnya hendaknya memicu ASN untuk lebih meningkatkan semangat kerja.

Apalagi Presiden Joko Widodo selalu berkata soal kerja, kerja, kerja. “Mari kita kerja, kerja, kerja. Semuanya untuk Kepulauan Riau,” kata Nurdin.(humaspemprov)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News