Tiba Di Batam, Ricky Indrakari Sambut Pesepeda Keliling Indonesia Asal Banten

WARTAKEPRI.co.id, Batam – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, menyambut hangat dengan bangga kedatangan pesepeda asal Banten  dikantor DPRD Batam, Rabu (30/11/2016) siang.

Pesepeda dimaksud adalah Kang Andik Jaya Prawira (73). Pria kelahiran Banten tersebut, bersepeda mengelilingi Indonesia sejak 16 September 2014 yang lalu. Dimulai dari tanah kelahirannya hingga menyusuri pantai selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Irian, Maluku, Sulawesi, Kalimantan dan sekarang tiba di Kota Batam.

Ditemui oleh Ketua Komisi IV DPRD Batam, Ricky Indrakari, pria yang memiliki 7 orang anak dan 12 cucu ini mengatakan bahwa tujuan awalnya bersepeda keliling Indonesia hanya ingin menemui sesama alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (SKMA) dan rimbawan Indonesia agar bisa tetap menjaga serta mengelola hutan secara lestari.

“Tujuan saya ingin menemui alumni SKMA dan rimbawan seluruh Indonesia untuk tetap melestarikan hutan,” ujarnya.

Pesepeda gaek yang telah mengelilingi 2/3 bagian Indonesia ini, juga meminta tanda tangan dari setiap instansi pemerintahan kota, kabupaten, DPRD dan termasuk kehutanan di Indonesia sebanyak mungkin yang dikunjunginya sebagai persyaratan menjadi Duta IKA SKMA yang diminta oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta DKI Jakarta.

Sementara itu, Ricky Indrakari mengaku sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Kang Andik. Menurutnya, Batam merupakan yang identik dengan keberadaan hutannya ditengah kota, dan itu berfungsi sebagai paru-parunya dunia.

“Hutan juga menjadi warisan kekayaan, perlu juga kita turunkan pada generasi setelah kita,’’ kata Ricky.

Selain itu, pihaknya juga menyorot tentang pentingnya memberikan perhatian kepada warisan yang hari ini sudah menjadi tanggungjawab kota terkait dengan kebun raya taman pesisir. Dikarnakan melihat ada beberapa informasi bahwa taman pesisir seluruh Indonesia itu, ternyata ditanam disini, terangnya.

Ricky menjelaskan bahwa satu-satunya kebun raya taman pesisir di dunia itu, terdapat di Batam yang juga kaya dengan jenis varietas mangroov. Namun sekarang telah kebablasan dengan adanya aktifitas reklamasi. Oleh sebab itu, jika terjadi bencana banjir maupun longsor, pastinya masyarakat akan kewalahan menghadapinya.

“Kita harus menjaga kelestarian hutan dan kekayaan lainnya. Bagi yang muda, tidak ada batas untuk memulai sesuatu yang baru,” imbuhnya. (san)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24
PKP PROMO ENTENG