Ada Juga Gambar Bom Sendal, ‎dan Mereka Masih di Mako Brimob

PKP Online

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Konferensi Pers Kapolda terkait diamankan delapan orang WNI yang diduga terlibat jaringan tindak pidana terorisme, diruangan rapat Mapolda Kepri – Batam. (Rabu, 11/01/2017)

Dalam konferensi pers tersebut Kapolda Kepri, Brigjen. Pol Drs. Sam Budigusdian M.H menyampaikan pada hari Selasa (10/01/2017) sekitar pukul 10.00 WIB team Surveilance Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Kepri melaksanakan koordinasi dengan Kasat Intelkam Polresta Barelang.

Di pelabuhan Internasional Batam Center sekitar pukul 11.00 WIB, delapan orang yang diduga, jaringan tindak pidana terorisme yang telah dideportasi pihak Imigrasi Malaysia tiba di pelabuhan Internasional Batam Center.

Menggunakan kapal MV. Marina Line, langsung diamankan diruangan interogasi Imigrasi pelabuhan Batam Center, untuk selanjutnya kedelapan orang WNI yang diduga terkait jaringan terorisme tersebut diamankan ke Mako Sat Brimob Polda Kepri, untuk pengembangan lebih lanjut.

Adapun data dari terduga jaringan tindak pidana terorisme sebagai berikut;

1.Inisial FH, Tempat, Tanggal Lahir : Bukit Tinggi, 17 November 2000, No Pasport : B2804XXX
2.Inisial ASA, Tempat, Tanggal Lahir : Bukit Tinggi, 19 Desember 1993, No Pasport : A9557XXX
3.Inisial : A, Tempat, Tanggal Lahir : Barulak 7 Juni 1998, No Pasport: A9020XXX
4.Inisial : MH, Tempat, Tanggal Lahir : Bukit Tinggi 21 November 1991, No Pasport: B5570XXX
5.Inisial : IO, Tempat, Tanggal Lahir : Koto Sani 5 Oktober1990, No Pasport : 9028XXX
6.Inisial : SA, Tempat, Tanggal Lahir : Galo Gadang, 15 April 1997, No Pasport : B5570XXX
7.Inisial : REH, Tempat, Tanggal Lahir : Bukit Tinggi 14 Mei 1979, No Pasport : A4932XXX
8.Inisial : HAP, Tempat, Tanggal Lahor : Kapahiang 27 Desember 1995, No Pasport : B5570XXX

Barang bukti yang diamankan 8 buku pasport dan 12 Handphone, indikasi keterkaitan WNI yang di deportasi dari Malaysia sebagai berikut hasil pemeriksaan Imigrasi Singapura yaitu telah di temukan nya beberapa foto tentang keterkaitan dengan jaringan tindak pidana terorisme kelompok ISIS.

Foto rangkaian yang diduga bom didalam telapak sendal, adanya salah satu anggota group WA (WhatsApp) mereka yang menggunakan logo ISIS dan terdapat foto kegiatan ISIS.

Adapun kronologis kedelapan orang WNI yang dideportasi yang selanjutnya dalam pemeriksaan tersebut pihak E8 IPK Johor menyimpulkan bahwa; kedelapan WNI tersebut mengamalkan ajaran ahli Sunni Walaupun Al Jamaah serta tidak mendukung perjuangan IS (Islam State) yang diketuai oleh Abu Bakar Al Baghdadi.

Muatan gambar tersebut telah diterima secara tidak sengaja dari group WA (WhatsApp) dan bukan m ngandung unsur dukungan terhadap perjuangan Islam State. Kemudian kedelapan orang tersebut dibebaskan untuk dideportasi ke Indonesia melalui Stulang Laut tujuan Batam, menggunakan kapal MV. Mariana Lines.

Hingga saat ini mereka masih dimintai keterangan oleh kepolisian. (andi pratama)

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel