Safari Ramadhan : Menuju Mubes GEMA Minang Kota Batam 2017 Berkemajuan‎

260

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Hingga saat ini, Budaya Minangkabau sudah banyak melahirkan peran pemuda sebagai pelindung, pengaman serta tulang punggung di dalam memajukan sistem kehidupan nagari. Artinya, di Provinsi Sumatera Barat, pemuda merupakan paga bagi nagari dengan filosofi ‘Anak Mudo Paga Nagari’.

Safari Ramadhan, seorang tokoh Minang di Kota Batam mengatakan bahwa dalam menguatkan sistem kehidupan tersebut, seorang anak muda Minangkabau sejak kecilnya sudah di didik dan dibina dalam kehidupan ‘Basurau’ dari mulai anak-anak hingga masa dewasa. Semuanya dihabiskan lebih banyak di surau.

“Mereka belajar serta dibina mengaji dan memperdalam ilmu Agama Islam,” ujar Ketua DPD PAN Batam ini, Rabu (18/1/2017) malam.

Di surau tersebut, kata dia, mereka juga belajar tentang petatah-petitih (bapantun) adat Minangkabau, bela diri (silek kampuang), kesenian (randai, indang), dan berbagai tradisi adat lainnya. 

PKP HIMALAYA

Selain itu, dalam surau juga mereka ditempa fisik dan mental yang dipersiapkan untuk menjadi pribadi siap menjalani hidup dalam tatanan Minangkabau, dan mampu membuat suatu terobosan untuk perbaikan bangsa dan negara.

Dalam sejarahnya, rang mudo Minangkabau telah menjadi pemuda yang menyokong kehidupan berbangsa dan bertanah air. Catatan sejarah Indonesia sudah memberikan tempat kepada kehidupan anak mudo Minangkabau untuk tampil menuliskan tinta emas. 

Seperti Muhammad Hatta, Syahril, Tan Malaka, Agus Salim, Buya Hamka dan lain-lain, terang pria kelahiran Tanah Datar Sumbar ini.

Peran rang mudo Minangkabau membangun perubahan dalam sejarahnya sangat nyata, sekarang saatnya rang mudo Minangkabau harus bangkit kembali eksis menjalankan sistem kehidupan dengan berkemajuan sesuai dengan perkembangan zaman. 

Harapan besar kepada rang mudo Minangkabau di kota Batam menjadikan dirinya sebagai paga nagari, dalam filosofi yang luas ini tidak hanya terkhusus untuk kota Batam, tapi untuk negara dan bangsa ini, ucapnya.

“Untuk mencapai itu, kita harus kompak dan solid, berhati lapang, berfikiran jernih dan berwawasan luas dalam menghadapi tantangan dan persaingan,” ujarnya lagi.

Disamping itu, lanjutnya, juga harus proaktif terlibat dalam penyelenggaraan pemerintah, bisa menggambil posisi dalam menjalankan pembangunan, perjuangan politik, serta penegak hukum serta perekonomiaan, menjalankan kehidupan berbudaya Minangkabau secara utuh dan menyeluruh dimana pun berada, dengan menjunjung tinggi “adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah”.

“Insya Allah peran Anak mudo parit paga dalam nagari bisa kembali hadir di ranah pertiwi khususnya kota Batam,” harapnya.

Pada akhir pertemuan bersama pria urang sumando Agam Sumatera Barat ini, dirinya menutup percakapan dengan pantun berbahasa Minang. Yakni, “Musajik Jabal Arafah di Nagoya, rami jamaahnyo siang jo pagi. Rang mudo Minang tetaplah jaya, kebanggaan Batam jo Nagari”. (ril/san)

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel