Cuaca Buruk di Lingga Belum Pengaruhi Harga Jual Ikan di Pasaran

101
Nelayan Desa Kelombok Lingga

WARTAKEPRI.co.id, LINGGA – Dikarenakan angin kencang yg disertai gelombang besar, masyarakat Desa Kelombok Kecamatan Lingga enggan pergi melaut.

” Sekarang ini masih musim angin utara, memang ikan banyak kalau angin utara ini, semenjak masuk bulan baru ni, angin makin kuat, ombak pun besar-besar, kadang jangan kan mau ke laut, nak pergi ke Daek pun macam takut-takut,”ujar Basri yg merupakan salah satu nelayan Desa Kelombok ”

Hingga, Minggu (12/02/2017), angin masih terasa kencang dan ombak besar di perairan Daik Lingga, khususnya di Desa Kelombok. Nelayan pun berinisiatif untuk memindahkan pompong nya ke pantai sebelah barat, untuk menghindari gelombang kuat yg menghantam langsung di pantai sebelah utara Desa Kelombok.

” Untungnya di Kelombok ni punya dua pantai yg sering digunakan nelayan untuk ikat pompong, kalau musim angin barat, para nelayan memindahkan pompong ke sebelah utara, kalau musim angin utara nelayan memindahkan pompong nya ke sebelah barat. Kecuali pada angin timur atau selatan, pompong tetap berada di sebelah utara karena dekat dengan pemukiman,” ungkap Basri.

Walaupun harga ikan tidak semahal sebelum imlek, akan tetapi para nelayan desa kelombok berharap tetap bisa ke laut, karena nelayan lah mata pencarian utama masyarakat desa kelombok.

PKPONLINE PKP DREAMLAND

” Memang, sebelum imlek harga ikan naik, terutama ikan bawal, biasanya harga normalnya 150 ribu rupiah per kilo, pas menjelang imlek harga nya naik drastis menjadi Rp 285 ribu hingga Rp 300 ribu rupiah. Tetapi sekarang udah kembali ke harga normalnya, walaupun kembali ke harga normal kita tetap berharap bisa ke laut lagi. Tapi dikarenakan cuaca tidak mendukung, jadi kita lebih memilih untuk tidak melaut,” tutur Basri. (ravi)

Komentar Anda

Polling Bakal Pasangan Calon Gubernur Kepri Periode Agustus 2020 versi WartaKepri.co.id

FANINDO DEWAN PERS WARTAKEPRI BBK MURAH