Ayo Daftar..Kementerian Koperasi Sediakan Pinjaman Dengan Bunga 0,2 persen di Kepri

Kementerian dan Dinas Koperasi Pemprov Kepri dan Walikota Tanjungpinang
GALERI 24

WARTAKEPRI.co.id, TANJUNGPINANG – Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Kementrian Koperasi dan UKM RI mengadakan Bimbingan Teknis Walk In Assessment LPDB 2017, di Ballroom Hotel CK, Kamis (16/2/2016).

Acara itu dihadiri langsung oleh Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH, didampingi Asisten Administrasi, Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Mikro, Kepala Bagian Perekonomian Setdako.

Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH mengatakan, bicara soal potensi sektor ekonomi, Tanjungpinang memiliki potensi yang cukup baik, hal itu dilihat hampir 60 persen ekonomi Tanjungpinang digerakkan dari sektor ekonomi menengah ke bawah. Kedepan, pemko akan gerakkan para pedagang kaki lima di wilayah kota lama, nantinya mereka akan kita perdayakan.

Berkaitan dengan dana bergulir yang ditawarkan Kementrian Koperasi dan UKM, dirinya menyambut baik, hal ini sangat membantu masyarakat, terutama disektor usaha kecil menengah, mengingat prodak UKM sudah ada yang beredar hingga ke Singapore, hanya saja pelaku usaha masih tergendala pemasaran dan kemasan, mereka mengolah bahan jadi sementara kemasan merknya dari daerah lain.

” Karena itulah, jika UKM ini kita bina dan kelola dengan baik, maka akan menghasilkan suatu prodak yang unggul, saya yakin dan percaya, apabila ditindaklanjuti oleh dinas terkait di Kabupaten/Kota, UMKM pasti akan maju dan akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di daerah, khusunya Kota Tanjungpinang.” ucap Lis

Melalui acara ini, Lis berharap Kementrian bisa memberikan sistem persyaratan dan prosedur yang paling mudah bagi pelaku usaha untuk mendapatkan dana bergulir ini. Kepada peserta, ikutilah sosialisasi ini dengan baik, sehingga dapat memberi manfaat bagi usaha yang bapak/ibu geluti.

Dikesempatan itu, Lis pun langsung minta kepada dinas terkait untuk menindaklanjuti program Kementian Koperasi dan UKM, untuk segera melakukan inventarisasi jumlah koperasi sehat dan tidak sehat. Setelah ini, dinas terkait akan memanggil pihak koperasi dan pelaku usah untuk mengadakan pertemuan berkaitan dengan menindaklanjuti program ini,” tegas Lis.

Direktur Utama LPDB-KUMKM Kemenkop UMKM, Dr.Ir. Kemas Danial, MM, mengatakan program walk in assessment LPDB 2017 bertujuan untuk kenjaring calon penerima dana bergulir di Provinsi se-Indonesia.

Dana ini akan digulirkan untuk 5.000 koperasi dan UKM di Indonesia sebesar Rp. 8,1 triliun. Untuk dana bergulir di Provinsi Kepri masih terbilang sangat kecil, tahun ini dana untuk Kepri hanya sebesar Rp. 21 miliar. Sementara didaerah lain sudah mencapai Rp. 200 miliar.

” Tujuan utama dari program ini untuk membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di setiap Provinsi di Indonesia, khususnya provinsi yang memiliki penyerapan dana bergulir rendah,” katanya

Dikatakan Kemas, dana ini bunganya sangat kecil, seperti untuk ritel hanya 0,2 persen per bulan, yang perlu diingat dana ini bukanlah dana hibah tetapi dana dari APBN yang disubsidi dan digunakan untuk para pelaku UKM. Untuk itu, saya ingin Gubernur, Walikota, Bupati, dan dinas terkait untuk berkomitmen, jika dana ini tidak dikembalikan, akan ada punisment, bisa bermasalah dengan hukum.

Sedangkan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepri, Ridwan Hamka berharap, pihak penyelenggara dapat memberikan pemahaman tata cara, prosedur yang lengkap, singkat, dan jelas untuk mendapatkan dana bergulir ini, Mudah-mudahan dengan bantuan ini, usaha kecil di Provinsi Kepri mendapatkan dana untuk mengembangkan usaha mereka”. tandasnya (rilispinang/dedy)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News