Kadis Kelautan Natuna Tersangka Dana Hibah KONI Senilai Rp 1,1 Miliar  ‎



WARTAKEPRI.co.id TANJUNGPINANG- Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, telah menetapkan DE dan WN tersangka dugaan tindak pidana korupsi dana hibah yang di salurkan pada tahun 2011, kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Natuna sebesar Rp. 1,1 miliar tahun pada tahun anggaran 2006-2010.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau Yunan Harjaka menjelaskan, bahwa pada tahun anggaran 2011, Pemerintah Kabupaten Natuna mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 1,1 miliar, merupakan dana hibah kepada KONI Kabupaten Natuna.

“Dengan berakhirnya kepengurusan KONI Kabupaten Natuna pada tanggal 1 Desember 2010, KONI Kabupaten Natuna tidak berhak menerima bantuan dana hibah dari Pemerintahan Kabupaten Natuna,” ungkap Yunan pada saat press relese, Kamis (16/2/2017).

Honda Capella

Ia menjelaskan, Pemerintahan Kabupaten Natuna tetap mencairkan bantuan dana hibah kepada KONI melalui rekening KONI pada tanggal 26 Januari 2011.

“Penggunaan dana bantuan hibah tersebut tidak sesuai dengan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan rencana anggaran, sehingga merugikan negara sebesar Rp 1,1 miliar,” ungkapnya.

Lanjutnya, setelah mengumpulkan alat bukti, kami menetapkan tersangka DN Ketua Harian KONI Kabupaten Natuna 2006-2010 dan WN mantan Plt BPKAD Kabupaten Natuna, saat sekarang menjabat Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Natuna.

” Pasal yang di sangkakan kedua tersangka yaitu Pasal 2 ayat (1) atau 3 jo pasal 18 ayat (1) hurub b Undang-undang RI Nomor: 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagai mana telah dirubah dan di tambah dengan Undang-undang RI Nomor: 20 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” tutupnya. (Yansyah).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News