Jika Naik Tarif PLN 47 % Berlaku , Tagihan Listrik Rumah Tangga Tambah Rp 70 Ribu per Bulan ‎

518
– Kalau SK Gubernur Gratis, PLN Siap Gratiskan . Tapi Kini Biaya Produksi Rp 1278 Kwh
 
WARTAKEPRI.co.id, BATAM – PLN Batam terbuka kepada siapapun masyarakat di Kota Batam untuk berdiskusi untuk membahas masalah tarif dan pelayanan listrik.  Hal ini disampaikan Samsul Bahri, Sekretaris Perusahaan PLN Batam dalam dialog bersama Media di Kota Batam.
” Kami terbuka ‎bagi masyarakat untuk konsultasi atau bertanya seputar pelayanan dan tarif listrik. Baik bertanya kenapa tarif listrik naik, apa penyebabnya, dan kewenangan siapa untuk menaikan, akan kami jawab. Silahkan datang,” jelas Samsul Bahri, Jumat (3/3/2017).
 
Dalam diskusi ini, Samsul Bahri menjelaskan secara umum, terkait informasi kenaikan listrik dari Rp 960 per KWH ke harga Rp 1352 per KWH atau posisi 47 persen akan beraplikasi pada tagihan listrik pemakaian warga dikisaran Rp 70 ribu an. 
 
” Jika sebulan pembayaran listrik Anda Rp 350 ribuan, maka kenaikannya mungkin dikisaran Rp 70 ribuan, untuk pemakaian rumah tangga. Bisa saja lebih murah, kalau pelanggan lebih hemat,” ujar Samsul Bahri.
 
Dalam diskusi ini, pertanyaan pertanyaan seputar kenaikan listrik serta ada rencana masyarakat akan demo, menurut Syamsul pihak PLN juga terbuka.
 
” Hak masyarakat untuk unjuk rasa, dan itu dilindungi undang undang,” jelas Samsul.
 
Ketika ditanya prosedur kenaikan listrik Batam, Samsul mengungkap posisi diberlakukan kenaikan listrik di Kepri adalah kewenangan Pemerintah Provinsi Kepri, dalam hal ini Gubernur Kepri. Dan, Gubernur Kepri mengajukan ke Dewan Kepri.
 
” Tarif PLN itu mengacu dari Gubernur Kepri. Kalau direkomendasikan gratis, maka PLN akan berlakukan gratis, dan begitu seterusnya. Jadi kami PLN patuh pada putusan Gubernur,” ungkap Samsul. 
 
Tapi, dijelaskan Samsul untuk biaya ‎penyedia tenaga listrik saat ini Rp ‎1.278 per Kwh, sedangkan tarif saat ini Rp 960 Kwh.
 
” Jika Gratis untuk masyarakat, maka yang Pembiayaan harus menggunakan Dana APBD,” jelas Samsul meyakinkan kalau tarif listrik adalah keputusan pemerintah, bukan keputusan PLN Batam sendiri.
 
Jika disebutkan penyebab kenaikan tarif karena PLN menyalurkan listrik ke Pulau Bintan, maka Samsul memastikan pihak PLN tidak terbebankan baik secara keuangan.
 
” Total daya kami 420 MW‎, sementara beban puncak Batam dan Bintan cuma 360 MW. Masih ada sisa daya kami. Jadi kami tidak ada bebankan masyarakat Batam untuk penyaluran ke Bintan-Tanjungpinang. Dan, untuk investasi jaringan itu adalah PLN Persero bukan kami, dan PLN Batam hanya jual daya ke Bintan,” papar Samsul mengakhiri. (dedy swd)
 

FANINDO