Bos dan Karyawan ” Massages Plus Asmara 22 Batam ” Dituntut 9 Tahun Penjara

665
terdakwa Massage plus di batam

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Tujuh terdakwa panti pijat plus Asmara 22 Kota Batam dituntut masing masing penjara selama 9 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum(JPU), Syamsul Sitinjak SH, Senin (6/3/2017).

Ketujuh terdakwa terbukti secara sah dan meyakinan bersalah melakukan perdagangan orang secara bersama sama, sebagai diatur dan diancam pidana dalam pasal 2 ayat 1 UU RI nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana dalam dakwaan pertama.

Menghukum para terdakwa dengan pidana penjara masing masing 9 tahun dikurangi masa tahanan dengan perintah agar tetap ditahan. Kemudian membayar denda sebesar Rp.300 juta rupiah subsider 1 tahun penjara. Kata Syamsul Sitinjak dalam tuntutanya.

Dalam keterangannya dan pengakuan saksi korban: bahwa tempat pekerjaan yang dilakukannya termasuk massages plus. Dengan sistem pembagian hasil antara pemilik adalah 50:50.

Massages plus ‎untuk short time dikenai harga antara Rp.400-Rp.500 ribu. Kemudian untuk Long time antara Rp.1 juta sampai Rp.1,2 juta.

Sementara, saksi Helmi yang berprofesi sebagai tukang ojek juga menikmasti pelayanan Massages Asmara 22, setelah menelepon dan mengetahui bahwa massages asmara 22 menyediakan wanita bookingan.

“Saya mengetahui Masasges Asmara 22 menyediakan wanita bookingan, karena saya telepon,” ungkap Helmi.

Tujuh terdakwa jaringan perdagangan orang ( Human Trafficking ), berkedok massage plus yaitu Mohd Yahya dan Bactiar Effendi (WN Malaysia) menjadi pemodal untuk mendirikan CV. 22 Asmara.

Sementara, terdakwa Rofinus Arifin menjabat sebagai direktur atau penanggung jawab. Diduga di samping sebagai pemodal, Bactiar Effendi menjadi penikmat dan penjual sex pekerja massage pada orang lain.

Terdakwa lainya Ahmad Sulehat ( Kasir ), Dany Mustofa ( Kasir), Rony ( Komisaris CV .22 Asmara ) dan Soni Lobudi. Mereka di tangkap oleh pihak kepolisian sejak tanggal 20 Oktober 2016 lalu.

Majelis hakim yang menyidangkan perkara ini hakim ketua Mangapul Manalu SH dengan anggota Muhammad Chandra SH diganti hakim Yona dan Redite Ika Septina SH. Sidang kembali digelar minggu depan dengan agenda pembelaan dari PH dari dua terdakwa.(nikson simanjuntak)

DEWAN PERS WARTAKEPRI

FANINDO

FANINDO

PKP HIMALAYA