Nelayan Tanjungunggat Minta DPRD Tanjungpinang tidak Kapitalisme

HARRIS BARELANG

WARTAKEPRI.co.id, TANJUNGPINANG – Puluhan nelayan tradisional Tanjungunggat Tanjungpinang menggelar demo ke DPRD Kota Tanjungpinang, Selasa (14/3/2017). Nelayan
meminta DPRD Tanjungpinang ikut peduli akan keluhan warga terhadap aksi pembabatan hutan mangrove dan penimbunan pantai pesisir Tanjungunggat.

Warga telah menyurati pihak DPRD beberapa hari lalu, namun belum membuahkan hasil. Terkesan belum ada etika baik dari pihak DPRD Tanjungpinang. Aksi demo mendapat pengawalan ketat dari pihak Kepolisian Polres Tanjungpinang dan Satpol PP.

Peserta aksi adalah Gravis Kepri, LSM Lidik Kepri, KNTI Kepri, Persatuan Nelayan Tradisional Tanjungunggat. Dalam aksinya, peserta berharap dan meminta jangan ada kapitalisme di DPRD Tanjungpinang.

Usai berorasi didepan DPRD Tanjungpinang, dan disambut langsung oleh Ketua DPRD Tanjungpinang, besarta Wakil Ketua untuk mendengar tuntutan warga di ruang rapat paripurna.

Dan, hasilnya Ketua DPRD Kota Tanjungpinang Suparno menanggapi hasil rapat komisi dan menjelaskan terkait surat dari nelayan kurang lengkap. Makanya Ketua DPRD tidak menandatangani surat tanggapan tersebut.

Pihak DPRD akan mengundang secara resmi Walikota Tanjungpinang, dan Dinas-Dinas terkait, beserta nelayan akan turut diundang. Pertemuan akan digelar, Rabu (15/3/2017) di Ruang Rapat Paripurna Tanjungpinang.(Rama)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24 PKP PROMO ENTENG