Wow.. Kuota Rokok di Tanjungpinang Melebihi Jumlah Penduduknya Sendiri‎

GALERI 24
WARTAKEPRI.co.id, TANJUNGPINANG – ‎ Rokok khusus kawasan bebas yang kian marak beredar di luar kawasan bebas di Kepulauan Riau.
Hal ini dapat dilihat dari peredaran rokok yang diduga melebihi jumlah kuota yang ditetapkan oleh BP Kawasan Tanjungpinang, dan prosedur penyebaran rokok khusus kawasan bebas.

Dimana hal ini dinyatakan oleh anggota Gerakan Aktivis (Gravis) Kepri Zulkurniawan, Sabtu (25/03/17) saat dijumpai di FFC km.9 kota Tanjungpinang.

Zulkurniawan mengatakan rokok khusus kawasan bebas sudah tidak terkontrol lagi peredarannya. Setelah mempelajari data yang dihimpun Gravis, jumlah penyebaran dan peredaran rokok di Tanjungpinang melebih jumlah penduduk.
‎” Tidak rasional kuota yang dikeluarkan dibandingkan dengan jumlah penduduk kota tanjungpinang,lebih banyak kuota nya dibandingkan penduduknya, kalau di hitung sekitar 12 bungkus per orang setiap harinya,” papar Zulkurniawan.
Dimana rokok khusus kawasan bebas sangat mudah dijumpai di warung-warung kaki lima di luar kawasan bebas.
Selain itu ia juga mengatakan lemahnya pengawasan rokok khusus kawasan bebas oleh oknum-oknum terkait dan prosedur penetapan wilayah peryebaran.

Sementara menurut Zulkurniawan penetapan label rokok harus sesuai dengan lokasi penyebaran rokok khusus kawasan bebas itu sendiri.

Zulkurniawan mencontohkan seperti rokok S Super yang di produksi oleh PT.Putra Maju Jaya Sidoarjo Indonesia memiliki label khusus kawasan bebas Batam.
Mengapa banyak beredar di Kota Tanjungpinang dan sekitarnya. Sedangkan rokok ESSE MILD tidak dijelaskan wilayah kawasan bebasnya hanya tertulis khusus kawasan bebas saja.
Dari sini kan bisa dilihat pengawasan rokok khusus kawasan bebas di kota Tanjungpinang tidak terkontrol lagi imbuhnya.
Zulkurniawan melalui organisasi Gravis Kepri berharap kepada oknum-oknum terkait agar dapat merevisi kembali aturan tentang penetapan kuota rokok khusus kawasan bebas dan meningkatkan pengawasan sesuai dengan prosedur tentang peredaran rokok tersebut.
Jiika Hal ini tidak ditanggapi maka Zulkurniawan akan melayangkan surat resmi melalui organisasi GRAVIS Kepri kepada Gubernur Kepri,BP Tanjungpinang,dan PABEAN kota tanjungpinang terkait permasalahan ini. (rama). Foto dokumen WartaKepri

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News