Inilah Mimpi Walikota Batam yang Akan Wujudkan Nagoya Jadi Kawasan Terpadu

foto istimewa china-town di Kota Batam -f-yusuf

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Walikota Batam Muhammad Rudi sejak lama mengimpikan kawasan Nagoya dan Jodoh di Kota Batam menjadi kawasan terpadu, dan memberikan nilai ekonomis bagi seluruh masyarakat.

Rudi menjelaskan idenya untuk membangun Kawasan Bumi Indah Nagoya Batam menjadi kawasan perbelanjaan bebas kendaraan bermotor. Dan, Pemerintah Kota Batam saat ini sedang merancang pembangunan atap antar gedung di kawasan tersebut.

” Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air mendisainnya, Jadi nanti di sana tertutup atap semua,” kata Walikota Batam, Muhammad Rudi di Nagoya, Senin (27/3/2017).

PKP EXPO

Rudi mengatakan pembangunan atap di kawasan ini untuk berikan kenyamanan bagi pengunjung. Jadi pengunjung bisa berjalan dari satu toko ke toko lain tanpa harus khawatir panas atau kehujanan.

Setelah kawasan ini tertutup, maka kendaraan bermotor tidak dibenarkan masuk. Karena jalan yang ada di bawah atap, akan dikhususkan bagi pejalan kaki.

” Tidak boleh masuk kendaraan lagi semuanya. Nanti akan ada parkir khusus di luar. Saya akan cari pengusaha untuk bangunnya,” kata Rudi.

Konsep ini diimpikan Rudi setelah melihat hal serupa di beberapa negara, seperti Singapura, Turki. Meski mencontoh negara lain, dalam pembangunan nanti tidak akan meninggalkan nuansa melayu.

” Pembuatannya kita boleh contoh negara lain. Tapi ornamennya jelas melayu,” kata dia.

Setelah pembangunan atap dilakukan, maka Rudi akan koordinasi dengan pemilik rumah toko (ruko) di bawahnya. Mereka akan diminta untuk mempercantik rukonya. Warna cat gedung akan dibuat seragam agar terlihat cantik.

Tak hanya komplek pertokoan Bumi Indah, konsep ini juga akan diterapkan di kawasan lain di Nagoya. Sehingga pada akhirnya seluruh kawasan Nagoya akan terhubung menjadi satu. Namun rencana tersebut akan dilakukan secara bertahap.

” Nanti semuanya jadi satu. Sampai Tos 3000, Jodoh Boulevard, sampai Pasar Induk. Tapi bertahap. Nanti ruko-ruko juga akan saya paksa hias. Biar rapi semua. Tidak ada bayar sewa atau apa, distribusi biasa saja. Saya hanya ingin usaha kecil besar bisa hidup semua,” ujarnya. (mcb/dedy). foto istimewa/dok wp

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24
PKP PROMO ENTENG