Penyenlundup TKI yang Tewaskan 95 TKI Cuma Diancam 10 Tahun

67

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Persoalan penyeludupan Tenaga Kerja Indonesia ( TKI) ke luar negeri tidak pernah ada habisnya, sekali pun telah merenggut banyak nyawa akibat ganasnya ombak dilautan, namun para tekong kapal dan TKI tidak surut. Seperti kasus tengggelam kapal di perairan Nongsa Kota Batam, yang membawa 101 TKI ilegal dari Malaysia dengan korban jiwa 95 orang.

Atas kasus tenggelamnya kapal TKI ilegal ini, tiga orang menjadi terdakwa yakni Ratih Sulasmi (38), Dodi Faisal (24) dan Patriyus Payong (40). Ketiganya disidangkan di Pengadilan Negeri Batam oleh majelis hakim ketua Zulkifli SH, Senin (10/4/2017), dengan agenda untuk mendengarkan keterangan saksi ahli dari BP3TKI Tanjung pinang Kepulauan Riau.

Dalam keterangan Yohannes dari BP3TKI menjelaskan: bahwa penempatan TKI keluar negeri harus melengkapi syarat syarat antaralain: para TKI ditampung di tempat yang aman, mudah diakses orang, memiliki tempat tidur dan dilengkapi ruang tamu. Disamping itu, bagi TKI harus ada pelatihan kerja yang dibiayai oleh penyalur dari perusahaan penempatan TKI tersebut. Kata Yohannes.

Sebelumnya, tiga tersangka sempat DPO, yakni Herman alias Budiadi (32) sebagai juru kapal, Sukaryadi (48) alias Pak Lurah TKI bertugas sebagai PR di Malaysia, dan Yanti (40), pemilik kapal. Sementara suami Yanti yakni Ardianto Aswandi alias Manto juga ditahan Polisi Perairan (Polair) Polda Kepri, terjerat kasus sama seperti sang istri.

Perbuatan terdakwa dijerat Pasal 210 ayat (1) dan Pasal 323 ayat (3) UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, atau Pasal 120 UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dan Pasal 359 KUHP, serta Pasal 102 ayat (1) huruf A dan B, Pasal 103 ayat (1) huruf F UU Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. Kata Jaksa Penuntut Umum, Rosmala Sembiring SH. ( Nikson Simanjuntak )

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO Combo Sakti Telkomsel