Amat Muhajir Staf DPRD Kepri, Meradang Disidang PN Batam Bersama Istri Sirihnya

Wartakepri.co.id, Batam – Amat Muhajir ( 53 thn ) bersama istri sirihnya Eka Fitriyana, meradang di Pengadilan Negeri Batam, saat persidangan lanjutan dengan agenda untuk mendengarkan keterangan saksi dan terdakwa.

Kedua terdakwa tidak sepakat soal siapa Penasehat Hukumnya ( PH) yang mendampingi perkaranya. Sementara istri sirihnya Amat Muhajir meminta didampingi oleh Elisuita SH, sedangakan Amat minta PH lain. Akibat perbedaan dari kedua terdakwa, persidangan sempat terhenti beberapa menit untuk memutuskan PH nya.

Entah karena sayang pada istri sirihnya, Amat Muhajir terpaksa mengikuti apa yang di mintakan oleh Eka Fitriyana, dengan memutuskan agar perkaranya didampingi oleh pengacara Elisuita SH, selaku PH dari Bantuan Hukum yang diberikan oleh Negara.

PKP EXPO

Dari perdebatan kedua terdakwa tersebut soal PH, diduga ada keraguan dari Eka Fitranya karena tidak mampu membayar pengacara. Hal itu bisa jadi, karena hubungan keduanya hanya suami istri sirih.
Sementara, Amat Muhajir yang merasa mampu membayar honor PH dari gajinya sebagai staf Sekretaris DPRD Pemprop Kepri dengan status Pegawai Negeri Sipil ( PNS).Sehingga persidangan ditunda minggu depan.

“Yang Mulia, saya ikut istri saja. Bahwa PH untuk mendampingi perkara kami adalah ibu Elisuita SH,” jawab Amat Muhajir pada hakim ketua Majelis, Agus Rusianto SH.MH, Kamis(4/5/2017).

Kedua terdakwa ditangkap oleh anggota Polisi di Bilyar Center KTV & Pub Room di kamar 309. Dari tangan kedua terdakwa Amat Muhajir dan Eka Fitriyana ditemukan 5 butir pil ekstasi. Setengah table pil bergambar Superman tersebut sudah diminum keduanya, sehingga suasana room yang ditempatinya serasa milik berdua.

Belum sepenuhnya dituangkan kenikmatan duniawi itu, kedua terdakwa keburu ketangkap pada pukul 02.00 wib. Terdakwa Amat Muhajir yang tinggal di komplek Mediterania Batam Center, harus mempertanggung jawabkan perbuatannya, karena dari hasil tes urine nya positif memakai narkoba.

Terdakwa Amat Muhajir dikenakan dan melanggar pasal 112 ayat 1 Undang undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Kata Jaksa Penuntut Umum, Andi Akbar SH.

( Nikson Simanjuntak )

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24