Kredit Macet, BPR Dana Nusantara Penjarakan Daulay Nainggolan

Wartakepri.co.id, Batam – BPR Dana Nusantara Batam, salah satu BPR simpan pinjam dengan suku bungga yang lumayan tinggi. Terdakwa Daulay Nainggolan salah satu nasabahnya yang melakukan peminjaman uang dengan jaminan mobil.

Setelah beberapa tahun berjalan pembayaran, kredit terdakwa Daulay macet maka surat peringatan pun di keluarkan oleh pihak menejemen BPR Dana Nusantara hingga rumah yang ikut sebagai jaminan dilelang dan dimenangkan oleh Kompol Faisal Sahroni S.IK, dengan harga lelang Rp45 juta.

Daulay Nainggolan ditangkap dan menjadi terdakwa atas laporan pihak BPR Dana Nusantara. Dimana pihak pemenang lelang tidak bisa mengontrakkan rumah tersebut karena terdakwa tetap merasa pemiliknya.

PKP EXPO

Sebelum rumah tersebut jatuh pada tangan Faisal, terdakwa sudah mengontrakan kepada keluarag saksi Sahlan, dengan sewa per bulan Rp400 ribu. Dan selama Lima bulan terdakwa menerima uang sewa dari Sahlan.

Dalam penuturan Sahlan mengatakan, kebinggungan terjadi, dimana saksi Faisal Sahroni datang dan meminta agar uang sewa rumah diserahkan padanya, sambil menunjukkan sertifikat rumah yang sudah atas namannya. Atas dasar itu juga, Sahlan menyerahkan uang sewa pada Faisal dan bukan lagi kepada terdakwa.

Namun terdakwa Daulay tetap ngotot kepada Sahlan, agar uang sewa jangan diberikan pada Faisal. Jika tidak diberikan, terdakwa datang marah marah dan merusak barang dagangannya serta menyuruh keluar dari rumah. Disamping itu, kami jadi dibuatnya malu karena sering ngomong di depan orang banyak. Kata Sahlan di Pengadilan Negeri Batam, Rabu (24/5/2017).

Lanjut Sahlan, awalanya menyewa rumah pada terdakwa. Dimana saat itu, saya mencari rumah kost dan kebetulan di blok I perumahan Cipta Asri ada kosong. Dan nomor terdakwa didapat dari tetangga depan rumah kost terdakwa. Saat itu juga,saya langsung telepon dan ketemu dengan terdakwa.

“Sewa Rp 400 ribu per bulan, selama setahun sudah tinggal disitu dan lima bulan, saya bayar ke terdakwa,” Tutur Sahlan dan diamini istrinya.

Sementara keterangan Kompol Faisal Sahroni S.Ik mengatakan bahwa rumah tersebut sudah dibelinya tahun 2014 dari BPR Dana Nusantara, seharga Rp45 juta. Semua suratnya dan sertifikat sudah atas namanya. Tegasnya.

(Nikson Simanjuntak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24