Jaksa Zia, Cuman Tuntut Denda 25 Juta, Terhadap Terdakwa Penyeludupan HP Xiomi

Wartakepri.co.id, Batam – Sidang pidana penyeludupan handphone Xiomi, dengan terdakwa Edy, Direktur PT Keprindo Sejahtera mendapat keringanan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Terdakwa tidak ditahan dan hanya sebagai tahanan kota.

Zia SH selaku Jaksa Penuntut atas perkara terdakwa Edy, telah membacakan tuntutannya pada Senin (12/6/2017) siang.
Tuntutan JPU ini, sungguh jauh lebih ringan dibanding dengan tuntutan terhadap dua terdakwa wanita kasus penggerusakan empat biji Batako pembatas lahan.

Sementara, terdakwa Edy ini mendapat pelayanan khusus, disamping tidak ditahan hingga menjelang putusan pada minggu depan tanggal 15 Juni 2017, terdakwa cuman tuntut membayar denda sebesar Rp25 juta.

PKP EXPO

Dalam tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa, Zia SH mengatakan: bahwa terdakwa Edy terbukti bersalah karena membawa hp Xiomi sebanyak 139 unit tanpa memiliki izin. Maka terdakwa membayar denda sebesar Rp25 juta. Jika tidak dibayarkan maka terdakwa ganti kurung selama 3 bulan penjara, serta membayar biaya perkara Rp 5000,” kata Jaksa, Zia SH, Senin (12/6/2017) diruang sidang utama PN Batam.

Usai tuntutan dibacakan oleh Jaksa Zia, Ketua majelis hakim, Agus Rusianto SH MH menanyakan pada terdakwa Edy. Apakah tuntutan Jaksa, terdakwa sudah mendengar dan apa tanggapanya.?. Jawab terdakwa sudah dan terima Yang Mulia.

Persidangan pembacaan tuntutan tersebut sedikit aneh karena hanya dihadiri majelis hakim, panitera, Jaksa dan dua staf honorer Jaksa. Sebelum sidang tuntutan di mulai, salah satu staf honorer Jaksa sempat mau menutup pintu persidangan.

Saat itu, dua orang media mau masuk dan menanyakan. Kenapa mau menutup pintu, Apakah sidang ini tertutup untuk umum atau sidang apa. Jawabnya, tadi kan pintunya juga tertutup. Kilahnya.

Beruntung, saat pintu mau ditutup, Kasubag Perencanaan Tehnologi Informasi dan Pelaporan, Barnasrio langsung menolak pintu ruang sidang tersebut sehingga menjadi terbuka. Kebetulan, beliau berdiri didepan pintu ruang sidang sedang mengawasi pemasangan instalasi Wifi dan TV.

Sebelumnya, JPU Zia menghadirkan tiga saksi yakni, Yanti, Rudi dan Rustam, Kamis (20/4-2017) silam. Menurut ketiga saksi mengatakan, masuknya HP Xiomi ke Batam, Kepri, tidak memiliki izin. Dan jumlah barang HP tersebut sebanyak 139 unit.

“Jumlah barang HP Xiomi 139 unit. Ketika penangkapan dilakukan oleh polisi, ada ditemukan HP Xiomi yang tidak memiliki izin,”ujar saksi Rustam adik kandungi terdakwa Edy.

Dari keterangan ketiga saksi tersebut, terdakwa Edy membenarkanya dihadapan persidangan Majelis Hakim yang dipimpin D R Agus Rusianto SH MH, didampingi hakim anggota Jassael Manulang SH dan dan Muhammad Chandra SH

Terdakwa Edy ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri di parkiran P1 Komp Nagoya Hill Batam pada bulan Desember tahun 2016, dan menetapkan sebagai tersangka.

Kemudian terdakwa Edy dijerat dalam rumusan Pasal 104 Jo Pasal 6 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan dan/ atau Pasal 52 Jo Pasal 32 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi. dan akan dikembangkan ke UU Perlindungan Konsumen.
( Nikson Simanjuntak )

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24