Tugboat Moda II Tabrak Jembatan Muara Sabak, Kadis Dishub Pemda Tanjabtim Dihadirkan Sebagai Saksi

HARRIS BARELANG

Wartakepri.co.id, Batam. – Hadi Firdaus selaku Kepala Dinas Perhubungan Pemda Tanjung Jabung Timur ( Tanjabtim) Propinsi Jambi, dihadirkan sebagai saksi terkait adanya perenggangan pondasi Jembatan Muara Sabak akibat ditabrak kapal tugboat Moda II milik PT Sumber Cipta Moda.

Menurut keterangan pria kelahiran Lima Puluh Kota Padang Sumatera Barat ini mengatakan: pada 27 November 2014 sekitar pukul 23,20 wib, informasi didapat bahwa ada kapal tugboat menabrak jembatan Muara Sabak. Setelah turun kelokasi maka ditemukan adanya perenggangan dan jam tangan atau ring jembatan yang hilang satu.

“Untuk menggurangi beban yang akan melalui Jembatan tersebut, maka kami mengantisipasi dengan memasang himbauan melalui spanduk, karena ada perenggangan dan jam tangan yang hilang satu,” kata Hadi Firdaus, Kamis (3/7/2017) di PN Batam.

Bagi penggendara seperti truck yang akan melewati jembatan harus satu persatu. Tujuannya menggurangi beban akibat ditabrak kapal tugboat tersebut. Namun spanduk tidak terpasang lagi disana karena sudah menggunakan portal setinggi 2,1 meter.

“Saat ini spanduk tidak terpasang lagi sudah diganti dengan portal dengan ketinggian 2.1 meter. Biasanya anggota Dishub ada yang jaga disana dan kini sudah ditarik ke kantor,” ungkap Hadi Firdaus.

Semenjak jembatan tersebut ditabrak, belum ada perbaikan yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum selaku dinas yang berhak layak atau tidaknya jembatan tersebut digunakan. Sama halnya dengan Dishub selaku penguasa jalan raya, juga belum ada langkah perbaikan yang kami ketahui.

“Yang bisa kami lakukan dari Dishub yaitu memasang Spanduk Himbauan. Anggaran spanduk itu, kami ambil dari dana Publikasi,”kata Hadi Firdaus menjawab pertanyaan majelis hakim.

Sebelum Hadi Firdaus meninggalkan ruang sidang, hakim ketua Jassael Manulang SH melemparkan satu pertanyaan lagi. Apakah benar, setiap truck yang akan melewati jembatan harus kesebelah kanan, karena sisi kiri jalan pada jembatan tidak layak dilwati. Jawab Hadi, soal adanya keluhan dari masyarakat yang melewat Jembatan tersebut harus kesebelah kanan, kami tidak mengetahuinya Yang Mulia.Dan itu bukan dari petunjuk dari Dinas Perhubungan.Ujarnya.

Kemudian, saksi pengguna Jembatan dari warga yaitu Muhammad Guntur asal Bone mengatakan: kami merasa terganggu dan ketakutan melewati jembatan tersebut. Saksi mengakui tidak melihat sama sekali yang mana besi atau pondasi yang patah, bengkok atau retak. Saat ini portal sudah dibuat untuk pembatasan truck yang akan lewat.
“Kami selaku masyarakat yang tinggal disekitar Jembatan, kuatir saat akan melewati jembatan itu. Sehingga pada saat membawa truck, harus melewati ke sisi kanan jalan,” kata Muhammad Guntur, yang juga mantan Kepala Desa.

Pantauan media ini, setiap persidangan pihak Penggugat ( Pemda Jambi ) selalu membawa bukti baru dan menunjukkan pada majelis hakim. Namun sangat disayangkan, bukti tersebut tidak ada kolerasinya karena tidak ada dalam BAP. Sehingga sidang ini diragukan karena persiapan dari pihak Pemda Tanjabtim Propinsi Jambi tak lengkap.

Sebelumnya, Toni Daud selaku pemilik kapal tugboat Moda II, PT Sumber Cipta Moda Batam, digugat oleh Pemda Jambi untuk membayar ganti rugi sebesar Rp 21,6 milyar untuk perbaikan Jembatan Muara Sabak.

kapal Tug Boat Moda II yang menabrak tiang Jembatan Muara Sabak di aliran Sungai Batanghari, yang berada di Kelurahan Muara Sabak Ulu Kecamatan Sabak Timur. Kapal Tug Boat sedang menarik tongkang dengan muatan CPO 3.600 ton dari Jambi menuju Dumai Provinsi Riau.

Panjang Jembatan Muara Sabak Jambi yaitu: 735 meter, yang menghubungkan 4 kecamatan. Saat kejadian, Nakhoda kapal Iswanto dan kepala kamar mesin kapal tug boat tersebut Selamet Kuswanto.

( Nikson Simanjuntak )

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24 PKP PROMO ENTENG