Lie Hon Min: Saya Tidak Dipukul Pakai Kayu atau Kursi, Keterangan Saksi Berbeda

244

Wartakepri.co.id, Batam – Sidang sepele namun sangat dibesar besarkan oleh pihak lain. Lie Hon Min.,saksi korban yang mengaku mendapat penggeroyokan saat di BAP. Namun saat memberi keterangannya di sidang malah berbelit belit dan menyangkal BAP yang sudah ditanda tanganinya di Kepolisian.

Atas keterangan Lie Hon Min, hakim Yona Lamerosa menginggatkannya agar memberi keterangan yang sebenarnya. Dimana dalam BAP saksi, gara-gara asap rokok terdakwa Hariyanto alias Aning, maka terjadi penggeroyokan dan pemukulan menggunakan broti dan kursi plastic. Atas kejadian itu, saksi juga menyeret pemilik klenteng Sung Nyiat Fa Ais Bu Kiok sebagai tersangka.

Saksi Lie Hon Min sudah disumpah, benarkah saudara marah serta menampar terdakwa Aning ketika asap rokok mengenai wajah anda sesuai keterangan di BAP kepolisian yang anda paraf sendiri,” Kata Yona diruang sidang PN Batam. Kamis (24/08/2017).

Lalu saksi korban menjawab,”tidak benar yang mulia, saya hanya menepis lalu dikeroyok dipukul pakai bloti hingga kepala saya berdarah dan pingsan beberapa menit.

PKP HIMALAYA

Namun, kata Yona lagi, dalam keterangan saudara di pemeriksaan kepolisian yang sudah anda tanda tangani mengatakan demikian, jadi mana yang benar? apakah saudara mencabut keterangan ini.

Selanjutnya, apa benar saksi dipukul mengunakan kayu kecil seukuran ini..?. Dan dimana dijadikan sebagai barang bukti dipersidangan. Jawab Lie Hon Min, tidak pakai bloti besar yang besar Yang Mulia.

Saudara harus berkata jujur, Ini persidangan agar membuka persoalan sebenarnya dan jangan berbohong dan berbelit karena ini menyangkut nasib terdakwa. Jika benar terbukti terdakwa bersalah akan di hukum,” tegas Yona Lamerosa SH.

Hal yang berbeda dari JPU Zia dalam persidangan dan mempertanyakan saksi korban. Apakah benar dipukul pakai kayu kecil ukuran lebih kurang 1 meter, sehingga kepala saksi korban luka robek, sesuai pemeriksaan kepolisian…?

“Tidak benar saya dipukul pakai broti dan kursi plastik,” kata Lie Hon Min

Keterangan saksi korban ini tidak sesuai BAP kepolisian yang sudah ditanda tanganinya.Dimana saksi menceritakan, Kepala nya pecah hingga 12 jahitan, hidung miring dan pendengaran sudah berkurang,” kata korban saat di BAP.

Saksi Lie Hon Min mengaku, bahwa yang melakukan pengeroyokan terhadapnya lebih dari tiga orang dengan mengunakan kayu broti dan kursi plastik

“Ada 10 orang lebih yang mengeroyok saya yang Mulia, makanya saya tidak sadarkan diri saat itu, setelah sadar, saya pergi ke rumah sakit untuk berobat,” kata saksi korban.

Sementara terdakwa Sung Nyiat Fa Ais Bu Kiok banyak membantah keterangan saksi korban. Dia membantah ikut melakukan pemukulan terhadap korban.

“Banyak yang tidak benar yang Mulia, saya hanya melerai saja karena kejadian di rumah saya,” terangnya.

Dia juga membantah bahwa korban tidak sadarkan diri usai kejadian, “Waktu itu korban masih sadar Yang Mulia, dia masih membuka bajunya untuk menutupi kepalanya yang berdarah lalu pergi dari tempat kejadian,” ujarnya.

Kedua belah pihak sepakat untuk berdamai. Dalam persidangan berlangsung, kedua terdakwa mendatangi korban untuk meminta maaf.

Persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Syahrial Harahap SH, didampingi Hakim anggota Yona Lamerosa SH dan Muhammad Chandra SH. Sidang kembali di gelar pekan depan, dengan agenda mendegarkan keterangan saksi lainnya.

 

( Nikson Simanjuntak )

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel