Rabu 8 Mei 2018, Dolar AS Sudah di Rp 14.027 dan Tanggapan Menko Darmin

260
Dolar dan Rupiah

WARTAKEPRI.co.id, JAKARTA – Dolar Amerika Serikat (AS) terus mencatatkan penguatan. Pagi ini saja, dolar AS sudah bertengger di Rp 14.027 yang merupakan posisi tertinggi sejak awal tahun.

Mengutip data Reuters, Selasa (8/5/2018) pada pukul 09.30 WIB, dolar menyentuh Rp 14.027. Saat ini dolar AS berada di Rp 14.015.

Dolar sempat mencatat pelemahan di angka Rp 13.288 pada Kamis 1 Maret 2018. Namun terus merangkak naik hingga tembus Rp 13.800 dan parkir di Rp 14.027 siang ini.

Bila ditarik sejak awal tahun 1 Januari 2018, dolar AS memang tengah berada pada tren penguatan. Posisi tertingginya tercatat pada hari Senin di Rp 13.970.

PKP HIMALAYA

Pada Januari, nilai dolar AS sebenarnya terus menurun hingga menyentuh level terendah tahun ini di Rp 13.289 yang tercatat pada 21 Januari 2018.

Sejak itu dolar AS tak pernah melemah lagi dan cenderung menguat hingga hari ini, Selasa (8/5/2018).

Komentar Darmnin

Sebelumnya, menanggapi hal tersebut Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Darmin Nasution mengatakan kondisi pelemahan rupiah terhadap dolar tidak perlu dikhawatirkan.

” Kurs kan sebenarnya belum masih bergerak lah dan itu sama-sama juga dengan yang lain kita nggak sendirian jangan dilihat sesuatu yang eneh dan mengkhawatirkan. Memang dia tembus tapi memang mestinya tidak berarti akan bertahan di angka itu,” kata dia di Gedung Ali Wardhana, Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi, Senin (7/5/2018).

Darmin menjelaskan, pihak Bank Indonesia pastinya tengah mempersiapkan langkah strategis untuk mengatasi pelemahan rupiah saat ini.

Jika dilihat dari strategi penguatan rupiah dengan menaikkan suku bunga acuan, kata Darmin hal tersebut akan berdampak pada perlambatan pertumbuhan kredit di dalam negeri. Namun di sisi lain, dengan naiknya suku bunga acuan di dalam negeri penguatan rupiah bisa dilakukan.

“Lho memang pada situasi fluktuasi, ya pilihannya satu dari dua. Nggak bisa dua duanya mempertahankan angka ini atau mempertahankan kurs yaa tidak bisa dua duanya dan sebenarnya kan, pertumbuhan ekonomi kita memang tidak terlalu bagus. Tapi jangan lupa pertumbuhan ekonomi di kwartal 1 cenderung sedikit lebih rendah dibanding sesudahnya,” papar dia.(*)

Sumber: dna/detik.com

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel