Anwar Ibrahim Ungkap Kehebatan dan Keberanian BJ Habibie Saat Awal Reformasi

Anwar Ibrahim Ungkap Kehebatan dan Keberanian BJ Habibie Saat Awal Reformasi
GALERI 24

WARTAKEPRI.co.id, JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menerima kunjungan eks wakil PM Malaysia Anwar Ibrahim. Keduanya membicarakan situasi terkini politik di Malaysia dan hubungan kedua negara. Pertemuan ini dilakukan di kediaman resmi JK, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Minggu (20/5/2018) sekitar pukul 19.15 WIB tadi.

” Bicara tentang suasana di Malaysia terkini dengan suasana akrab dan santai,” kata juru bicara JK, Husain Abdullah kepada detikcom.

Ia menyatakan pertemuan yang selama 1 jam itu berlangsung penuh keakraban. Kedua tokoh tersebut pun saling berbagi pengalaman dalam memimpin organisasi.

“Berbagi pengalaman saat masa muda menjadi pemimpin organisasi kepemudaan dan partai politik,” ucapnya.

Sebelumnya, Anwar Ibrahim bertemu dengan Presiden ke-3 BJ Habibie siang tadi. Dalam pertemuan itu, Anwar dan Habibie membahas soal globalisasi hingga kerja sama antara Indonesia dan Malaysia. Dalam pertemuan tertutup itu, Anwar dan Habibie sempat membicarakan reformasi di Indonesia.

Untuk diketahui, hari ini Indonesia memperingati 20 tahun reformasi. Anwar mengaku terkesan dengan reformasi yang terjadi di Indonesia.

” Reformasi itu di Indonesia bergulir dan mengesankan,” kata Anwar, di kediaman Habibie, Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (20/5/2018).

Anwar mengatakan, ia dekat dengan orang-orang yang terkait dengan reformasi itu, mulai dari Presiden ke-2 Soeharto, terutama Habibie yang saat itu menggantikan Soeharto usai reformasi. Anwar pun memuji sosok Habibie yang disebutnya pemberani dalam masa reformasi di Indonesia.

” Hanya sosok seseorang yang pemberani yang mampu dalam masa yang sesingkat itu melakukan pembaharuan sebanyak itu. Sama ada badan kehakiman, media, tahanan politik, ekonomi, desentralisasi semua itu dilakukan oleh beliau (Habibie),” ujarnya.

Pembaharuan yang dilakukan Habibie, kata Anwar, sepengetahuannya selama ini terus diperbaiki. Anwar mengatakan, ada dua hal yang harus diperbaiki dalam menjalankan reformasi.

” Pertama korupsi yang dikatakan dibudidayakan itu mesti diberantas, tanpa pilih kasih. Bukan penguasa menentukan, badan bebas penentu,” ungkap Anwar.

Kedua, kemiskinan dan kesenjangan ekonomi. Menurutnya, kemiskinan dan kesenjangan ekonomi menjadi salah satu yang harus diperbaiki dalam menjalankan reformasi di suatu negara.

“Kemiskinan kesenjangan pembangunan ekonomi yang dipacu dengan begitu menakjubkan pertumbuhannya investasinya itu bagi saya bermakna,” tutur Anwar.(*)

Dirangkum dari Detik.com

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News