Sekolah Swasta Lebih Banyak 20 Persen Dari Negeri dan 1 Lokal Maksimal 36 Siswa

696

FANINDO

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan mengatakan hingga hari kedua penerimaan peserta didik baru (PPDB) sekolah zonasi, Rabu (4/7/2018), belum ada sekolah yang mengajukan penambahan rombongan belajar. Begitu juga untuk empat sekolah rujukan yang proses PPDB-nya sudah selesai akhir pekan lalu.

“Belum ada rencana penambahan rombongan belajar (rombel). Kita lihat kondisinya nanti. Jika ada permintaan, kita sampaikan dulu ke pimpinan, ke Pak Walikota, kebijakannya seperti apa,” kata Hendri saat ditemui di Sekupang.

Tapi ia berharap orangtua tidak memaksakan anaknya masuk ke sekolah negeri. Sebab jika hanya mengandalkan sekolah negeri, tidak akan dapat menampung seluruh anak usia sekolah di Batam.

“Kalau harapkan negeri, tidak akan tertampung semua. Perbandingan jumlah sekolah negeri itu 40 persen, swasta 60 persen. Kami harap orangtua jangan memaksakan diri kalau tidak sesuai zonasi,” ujarnya.

Sistem zonasi ini pada dasarnya, kata Hendri, menguntungkan orangtua. Anak-anak mereka dapat bersekolah di dekat lingkungan tempat tinggal. Tapi jika memang tidak tertampung karena terbatasnya kursi, maksimal 36 siswa per kelas sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Hal senada diungkapkan Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad. Ia berharap orangtua calon siswa tidak memaksakan anaknya masuk ke sekolah tertentu.

“Penambahan rombel ini situasional. Kalau daya tampung sekolah tidak cukup kita akan pertimbangkan itu. Tapi saya imbau agar sekolah swasta juga dimanfaatkan. Karena di Batam 60 persen swasta. Bagi yang mampu, yang lokasinya dekat sekolah swasta, kita imbau masuk ke swasta,” kata Amsakar.

Sumber : Media Center Batam

Foto      : Istimewa/net

Honda Capella