Video Detik Detik Imam Masjid Selamat dari Reruntuhan Gempa, Terdata 34 Warga Lombok Tewas

101

WARTAKEPRI.co.id, LOMBOK – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat meminta warga Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap tenang dan menjauhi bibir pantai pasca gempa 7 Skala Richter (SR) mengguncang Lombok Utara pukul 18.46 WIB, Minggu (5/8/2018). Gempa yang berlokasi di 8.37 LS, 116.48BT dengan kedalaman 15 Kilometer tersebut berpotensi terjadinya tsunami.

” Meski prediksi gelombang paling tinggi hanya setengah meter, tapi kami minta masyarakat segera jauhi bibir pantai dan mencari tempat yang jauh lebih tinggi. Upayakan untuk tetap tenang dan tidak panik,” ungkap Kepala BMKG Pusat, Dwikorita Karnawati di Jakarta, Minggu (5/8/2018).

Terdata Korban Tewas 34 Orang

Sebanyak 34 orang di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) tewas akibat guncangan gampa 7 Skala Richter (SR). Ratusan warga terluka.

” Dari data terakhir yang saya terima dari kawan-kawan Pemda juga para Babinsa, kurang lebih 34 orang meninggal,” kata Dandim 1606/ Lombok Barat Letkol Czi Joko Rahmanto kepada detikcom, Senin (6/8/2018) pukul 00.40 WIB.

Wilayah militer Kodim 1606/ Lombok Barat juga mencakup Lombok Utara. Joko mengatakan Lombok Utara dihuni sekitar 1.500 kepala keluarga.

” Lima wilayah kecamatan di Lombok Utara yaitu Pemenang, Tanjung, Gangga, Kayangan dan Bayan kena (gempa) semua. Ratusan orang dilaporkan luka-luka,” ujar Joko.

Selain korban jiwa, gempa 7 SR itu juga mengakibatkan sejumlah infrastruktur rusak. Salah satunya jembatan di kawasan Gunung Pusuk.

“Informasi dari lapangan juga jembatan putus dan akses jalan dari Gunung Pusuk longsor. Itu memutuskan akses jalan dari Lombok Utara ke Mataram,” kata Joko.

Gempa di kota Mataram dan Lombok

Kodim Lombok Data 46 Orang Alami Luka

Gempa 7 Skala Richter yang mengguncang Nusa Tenggara Barat (NTB), mengakibatkan puluhan warga Lombok Timur luka-luka. Kodim 1615/Lombok Timur mendata 46 warga mengalami luka.

“Di Sembalun Lawang, Sembalun Bumbung, pokoknya di sekitar daerah Sembalun ini sekitar 46 orang evakuasi di kesehatan,” kata Kepala Staf Kodim 1615/Lombok Timur Mayor (Inf) Arifianto Minggu (5/8/2018).

Arifianto mengatakan rata-rata korban luka mengalami patah tulang paha, kaki dan pundak serta luka robek pada kulit. “Ada yang patah tulang paha, bahu, ada yang luka robek, ada juga yang trauma,” jelas Arifianto.

Saat ini mereka dirawat di pos kesehatan milik TNI dan kecamatan setempat. Arifianto menuturkan kondisi sudah kondusif meski gempat kecil masih terjadi.

“Kondisi terkini sudah mulai kondusif, masyarakat sudah mulai tenang. Gempa kecil masih ada tapi tidak sekeras tadi,” ucap dia.(*)

Sumber: Detikcom
Editor: Dedy Suwadha

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO DPRD ANAMBAS DPRD KARIMUN