Tak Kapok, Nelayan Asing Tetap Eksis Ke Laut Natuna

GALERI 24

WARTAKEPRI.co.id,NATUNA-Aksi penenggelaman kapal asing yang menjarah ikan diperairan Indonesia Perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) tanpa izin ternyata belum memberi efek jera bagi pelaku ilegal fishing.

Sebab dilaporkan belasan kapal asing asal Vietnam masih melakukan penjarahan di wilayah perairan Natuna, Kepulauan Riau.

Hingga saat ini masih menjadi salah satu lokasi favorit penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) di Indonesia.

Lokasi tersebut disukai, karena posisinya yang sangat strategis dan berhadapan langsung dengan Laut Cina Selatan yang berbatasan dengan sejumlah negara.

Dengan fakta tersebut, tidak heran jika
Satuan Tugas (Satgas) 115 sering kali menangkap kapal ikan asing (KIA) yang sedang beroperasi di kawasan perairan tersebut.

Kemarin malam, Kapal pengawas KRI Wiranto 379 kembali berhasil menangkap satu Kapal Ikan Asing (KIA) milik Vietnam bernomor lambung KJ 94810 TS di perairan Barat laut Tarempa.

Komandan KRI,Wiratno Letkol Laut (P) Indra Dharma menuturkan, Kronologis penangkapan terhadap  kapal ikan asal Vietnam ini, di saat KRI Wiratno-379 melaksanakan patroli di sekitaran Perairan Laut Natuna.

Kemudian, mendapatkan kontak kapal yang tengah melintas di areal Perairan Landas Kontinen Indonesia.di Laut Tarempa pada tanggal 15 oktober 2018 lalu.

Mendeteksi adanya sebuah KIA di 4˚26 BT – 105˚ 3 T atau 4˚26 U – 105˚ T. Ketika mengetahui ciri-ciri kapal tersebut adalah KIA, Kemudian sekitar pukul 22.15 WIB, KRI melaksanakan menyergapan secara diam-diam dengan mendekati kapal KIA tersebut menggunakan Skoci.

Atas dasar dugaan pelanggaran itu Komandan KRI Wiratno-379 Letkol Laut (P) Indra Dharma putuskan membawa Kapal Ikan Asing itu, serta dikawal ke Pangkalan terdekat dalam hal ini Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tarempa guna proses pemeriksaan lebih lanjut.

Awalnya mereka tidak menyadari ada pengawasan dari KRI, setelah diterjunkan personel menggunakan skoci untuk mendekati KIA tersebut, dan mereka baru menyadari ketika skoci mendekat kemudian personal kami naik ke atas KIA.

“Mereka sempat mematikan lampu untuk melarikan diri, tapi pada saat itu personal kami suruh KIA untuk berhenti, dan akhirnya mereka berhenti,”ucap Indra, Rabu ,(17/10/ 2018).

Dari hasil penangkapan petugas mengamankan 1 orang Nakhoda kapal atas nama Nguyen Toan Trung, serta 18 Anak Buah Kapal (ABK) lainnya.

Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti hasil tangkapan ikan sebanyak 1,5 ton, serta jaring yang mereka gunakan untuk menangkap ikan.

“Semuanya berhasil kita amankan dengan baik, Jaringnya kita menduga menggunakan Trol, karena seperti biasanya bahwa mereka menangkap ikan dengan menggunakan Trol,”tuturnya.

Di waktu yang sama, Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan menjelaskan,  kapal dan seluruh ABK akan di serahkan kepada pihak Lanal untuk di lakukan penegakan hukum.

“Untuk ABK ini nanti mereka akan kita bawa ke Lanal untuk kita cek kesehatan dulu, setelah itu akan kita lakukan proses penegakan hukum selanjutnya,” ujarnya.

Kolonel Harry menambahkan, menurutnya Vietnam memang di nilai sudah sangat sering melakukan tindak pencurian ikan di wilayah ZEE Indonesia.

Untuk itu, penangkapan tersebut selain melanjalan tugas Undanga-undang, juga sebagai efek jera bagi pencuri ikan itu sendiri.

“Sepanjang tahun 2018 kita menangkap sebanyak 9 buah KIA yang terbukti melakukan tindak ilegal fishing.

Berbeda dari tahun sebelumnya, kita menangkap 38 buah KIA. Itu artinya, tindak Ilegal Fhising oleh KIA di perairan laut Natuna Utara menurun drastis,”tutupnya. (*)

Kiriman :Rikyrinovsky

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News