Video: Pemusnahan Ribuan Produk Tangkap BC dan Sita Kapal BBM Mentah Ileggal di Batam

Pemusnahan Ribuan Produk Tangkap BC dan Publikasi Satu Kapal Sitaan di Pelabuhan Batuampar Batam



FANINDO

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Menkeu Sri Mulyani, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menhub Budi Karya, Ketua KPK Agus Rahardjo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Jaksa Agung HM Prasetyo, hingga Dirjen Bea Cukai Herman Pambudi serta Gubernur Kepri secara bersama, menghadiri Ekspos Program Penertiban Nasional Kawasan Bebas Batam dan Pesisir Timur Sumatera serta ekspos Hasil Penindakan DJBC di Batuampar Batam, Selasa (15/1/2019).

Ekspose yang digelar di Pelabuhan Batuampar ini selain akan memusnahkan barang tangkapan Bea Cukai, juga turut mempublikasi kapal sitaan. Kapal bernama MT Yosoa Eks WI No. I itu diketahui mengangkut kurang lebih 1.500 kilo liter minyak mentah ilegal

Berikut Videonya:

Menko Luhut Apresiasi

Kegiatan bersama ini juga mendapat apresiasi dari Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan atas kinerja Penertiban Impor, Cukai, dan Ekspor Berisiko Tinggi (PICE-BT) yang telah dilakukan Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, TNI-Polri, KPK, dan Kejaksaan Agung.

“Sinergi-sinergi yang makin bagus ini meyakinkan kita Indonesia tambah baik. Jadi tidak akan pernah kita lihat Indonesia mau punah. Itu saya kira hal yang tidak mungkin terjadi dengan keadaan seperti semacam ini,” kata Luhut di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (15/1/2019).

Hal itu diungkapkan Luhut dalam ekspose hasil penindakan yang dilakukan Direktorat Jenderal Bea-Cukai, TNI, dan Polri untuk menekan angka penyelundupan barang.

Luhut kemudian menceritakan, sebelum ke Pelabuhan Batu Ampar, dia mengunjungi Pulau Bintan untuk meninjau lokasi pembangunan lapangan terbang. Luhut juga menuturkan meninjau proyek bendungan air di Pulau Bintan.

” Saya ke Bintan tadi menyangkut masalah lapangan terbang. Saya kira itu akan dikerjakan dan akan selesai tahun depan. Untuk international runway dan di sana juga akan dibangun maintenance facilities,” ucap Luhut.

” Kemudian juga tadi ada membuat bendungan air yang bisa menghasilkan air tawar sebanyak 150 juta kiloliter,” sambung Luhut.

Kembali pada program PICE-BT, Luhut menekankan pesan agar tindakan tegas terhadap penyelundupan tak berdampak merugikan masyarakat.

” Kita lakukan penertiban-penertiban yang bagus tanpa merugikan rakyat kita. Jadi di daerah-daerah yang kita anggap sulit untuk masih dicapai oleh pengiriman bahan-bahan dari luar, tadi kita koordinasikan supaya kita atur satu peraturan yang tidak melanggar kebutuhan rakyat kita di daerah-daerah terpencil,” tutur Luhut.

Sumber: Detik.com
Video: Taufik Ch
Editor: Dedy Suwadha



PKP DREAMLAND

DEWAN PERS WARTAKEPRI

PEMPROV KEPRI
PEMKO BATAM
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA