WKTV Kepala Imigrasi Batam: Hoax Terkait Beri Izin TKA Cina, Ini Dampak Negatifnya

208
Lucky Agung Binarto Imigrasi Batam

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Kepala Imigrasi Batam Lucky Agung Binarto menilai tendesius sebuah berita media online yang mengutip pernyataan seorang netizen tentang adanya izin tenaga kerja asing (TKA) masuk ke Kota Batam. Dengan tegas, Lucky menilai berita pemerian izin bekerja tersebut HOAX.

Berikut tanggan Lucky dari laman WAG, Senin (25/2/2019), dan Video Konfirmasi WartaKepri, Selasa (26/2/2019).

” Tanggapan saya bahwa tidak ada tka ilegal mas, krn yang ada bahwa mereka belum menjadi TKA tp masih melakukan penjajakan terkait rencana take over perusahaan yang bangkrut. Apabila perusahaan tersebut dinilai layak maka investor berencana akan mempekerjakan TKA tersebut. Jadi saat ini perusahaan masih belum alih pemilik. Jika baru mau masuk saja investor sudah sulit maka gimana iklim investasi akan maju di Batam ini”

Ditambahkan Lucky, akibat berita itu, calon investor akan mundur.

“Calon investor memang lapor ke saya utk survey maka saya silahkan tap kalau merek menyalah gunakan ijin maka tidak segan segan akan kita tindak sesuai ketentuan yang berlaku,”tulis Lucky.

Terkait beritanya kalau berlanjut akan saya pertimbangkan menempuh jalur hukum sebqgai pencemaran nama baik.

Berawal dari Medsos

Sehari sebelumnya, dikutip dari media telisik news, Informasi adanya tenaga kerja asal Tiongkok masuk Batam tanpa dokumen dan melakukan kegiatan di PT KSA Batam. Hal itu diungkapkan Ali Amran di media sosial Facebook yang mengaku selaku aktifis peduli pengangguran.

Dalam video di Facebook Wajah Batam ( WB ) tersebut, Ali Amran menerangkan, sebanyak 57 orang TKA asal Tiongkok masuk ke Batam. Yang terdiri dari: tanggal 15 Pebruari ada 27 orang masuk dan tanggal 18 Pebruari 2019 ada 30 orang lagi masuk ke Batam.

Ali Amran juga menuduh bahwa ada oknum -oknum Imigrasi dalam hal ini Kepala Imigrasi yang memasukkan TKA tersebut ke Batam. Selain itu, Ali Amran juga menuding bahwa Disnaker Batam dan Disnaker Kepri saling lempar tangan.

Menurut Ali Amran bahwa TKA tersebut saat ini berada di PT KSA Batam, dimana perusahaan tersebut belum produksi namun para TKA Tiongkok sudah ada di lokasi.(*)

Video: Taufik Ch

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO DPRD ANAMBAS DPRD KARIMUN