Penyelundupan Baby Lobster ke Singapura Kandas di Hutan Bakau

HARRIS BARELANG

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Upaya penyelundupan benih lobster senilai puluhan miliar rupiah dari Batam menuju Singapura berhasil digagalkan tim gabungan Fleet One Quick (F1QR) Koarmada I di perairan Pasir Toga, Rabu, 20 Maret 2019.

Bayi hewan laut berbentuk unik itu dikemas dalam 36 kotak sterofoam yang diangkut oleh para penyelundup menggunakan empat unit speed boat bermesin 200 Pk.

“Penangkapan ini berdasarkan informasi dari intelijen,” ujar Danlanal Batam, Kolonel Laut (P) Alan Dahlan kepada wartawan di Mako Lanal Batam, Kamis (21/3/2019).

Berdasarkan informasi tersebut, sambung Danlanal, tim gabungan F1QR Koarmada I segera melakukan upaya penyekatan dengan menggunakan dua speed boat di sekitar perairan Pulau Sugi.

“Upaya kami membuahkan hasil dengan terlihatnya sebuah speed boat melintas berkecepatan tinggi dan tim F1QR segera melakukan prosedur pengejaran, penangkapan dan penyelidikan (Jarkaplid) terhadap speed boat dimaksud,” tuturnya.

Merasa terkepung, lanjutnya, para penyelundup meninggalkan speed boat yang tadinya melaju dengan kecepatan tinggi di daerah hutan bakau pada koordinat 00°50’24” Lintang Utara dan 103°48’47” Bujur Timur.

“Speed boat itu mereka tinggalkan dalam keadaan kosong,” kata dia.

Speed boat yang telah kandas di hutan bakau itu kemudian ditarik tim gabungan F1QR ke dalam air bersama KAL Mapor, salah satu unsur Satrol Lantamal IV.

“Lalu dilakukan pemeriksaan. Ternyata speed boat tanpa nama yang melintas dengan kecepatan tinggi itu bermuatan baby lobster,” terangnya.

Guna proses lebih lanjut, Danlanal menyebut speed boat tanpa nama dan barang bukti 36 kotak sterofoam yang berisi baby lobster tersebut dikawal menuju Dermaga Lanal Batam.

Masih kata Danlanal, setelah tiba di Lanal Batam, 36 kotak sterofoam yang berisi baby lobster dibawa ke kantor Karantina KKP Batam untuk dilaksanakan pencacahan.

Sebanyak 304.354 benih lobster terbungkus pada 1.483 kantong plastik ada di dalam 36 kotak sterofoam tersebut. Dengan rincian 33 kotak (1.426 kantong) terdapat 295.236 ekor baby lobster jenis pasir, dan 3 kotak (57 kantong) berjumlah 9.118 ekor jenis mutiara.

“Dari penangkapan 33 kotak tersebut, berhasil diamankan sumber daya ikan senilai Rp. 46.109.000.000 dengan rincian harga perekor baby lobster jenis pasir sebesar Rp.150.000 dan jenis mutiara sebesar Rp. 200.000,” paparnya merincikan.

Tangkapan ini selanjutnya akan dikoordinasikan Lanal Batam dengan instansi terkait melalui Kepala BKIPM Batam untuk kemudian dilaksanakan pelepas liaran dalam rangka konservasi baby lobster di wilayah natuna di daerah Pulau Senoa. (fik)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24 PKP PROMO ENTENG