Natuna kembali terserang wabah DBD Ada Warga Manfaatkan Jualan Obat Abate Ilegal

42

WARTAKEPRI.CO.ID, NATUNA – Tingginya Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Natuna, Tercatat Ada 29 Kasus DBD, Namun dimanfaatkan oknum warga untuk jual obat abate.

Berapa hari yang lalu, Warga Kelurahan Ranai dikeluhkan dengan adanya penjual obat jentik nyamuk secara illegal oleh Dua wanita yang berasal dari luar natuna.

Menurut laporan sejumlah warga ke Lurah Ranai, ada dua orang wanita itu
Modus pelaku dengan berkeliling ke rumah rumah warga di sekitar Kelurahan Ranai, untuk menawarkan obat yang dibawa berupa serbuk Abate pembasmi jentik nyamuk yang diketahui tidak diperjual belikan.

Lurah Ranai yang mendapat laporan warga itu langsung berkoordinasi dengan jajarannya dengan menghubungi pihak Kecamatan Bunguran Timur, melalui Kasi Trantibum Wan David, Puskesmas Ranai, Babinkantibmas, Babinsa, dan RT setempat.

“Saya langsung perintahkan Pak RT yang berada di kawasan Batu Ampar dan Jemengan untuk turun mengecek kebenaran laporan warga,” ujar Syuparman.

PKPONLINE PKP DREAMLAND

Masih kata Syuparman, pelaku yang sedang beraksi menawarkan obatnya di salah satu rumah warga RT 01 RW 04 Jemengan.

“Pelaku kita dibawa ke Poskamling Jemengan dan langsung diintrogasi pihak aparat bertugas lingkungan setempat,” kata Suparman.

Kepada warga, Lurah Ranai menghimbau jika nanti ada kejadian serupa lagi, agar segera melaporkan ke RT setempat untuk kami tindak lanjuti,”ujar Syuparman yang baru 6 bulan menjabat Lurah Ranai.

Sementara Hikmat Aliansyah, SKM, Kabid P2P ( Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna di konfirmasi mengimbau warga untuk tidak membeli obat abate yang ditawarkan oknum tersebut.

“Kami imbau kepada warga agar waspada kepada orang yang berkeliling, menawarkan obat abate. Apalagi bukan dari Istansi Dinas Kesehatan,” ujar Hikmat.

Untuk mengatasi Demam Berdarah, Hikmat mengatakan upaya yang sudah dilakukan untuk mencegah bertambahnya penderita DBD dengan melakukan koordinasi kepada pemerintah kecamatan dan kelurahan agar segera melakukan bersih lingkungan terutama daerah ditemukannya gejala tersebut.

“Sejak bulan februari sampai sekarang ini sudah ada 29 pasien DBD yang kita temukan atau dirawat di RSUD Natuna,” kata Hikmat.

“Untuk pasien kita lakukan perawatan, lingkungan rumah pasien sudah kami lakukan ‘fogging’, kami juga koordinasi dengan Camat Bunguran Timur untuk lakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara masal,” kata Hikmat.

Diduga virus masuk ke Ranai menurutnya datang dari luar daerah berdasarkan identifikasi pasien pertama kali dinyatakan positifDBD.

“Diketahui dari pasien pertama asal Air Lakon, Ia baru pulang dari Tanjungpinang, kuat dugaan tertular dari sana,” katanya.

Menurut Hikmat, Natuna memang terdapat nyamuk penular DBD tersebut, namun jika tidak ada virus yang masuk maka tidak akan bisa tertular.

“Karena itu hari ini telah dilakukan gotong royong lingkungan masing di wilayah Ranai,” kata Hikmat.

Ia juga berharap semua warga Ranai bersama-sama menjaga lingkungan agar virus DBD tidak tersebar semakin luas.

“Untungnya semua keluarga pasien cepat membawa pasien ke RSUD, kalau di Tanjung Pinang kemarin sempat meninggal karena terlambat diketahui, mari sama-sama kita jaga lingkungan lebih bersih,” imbuhnya.(Rky)

Komentar Anda

Polling Bakal Pasangan Calon Gubernur Kepri Periode Agustus 2020 versi WartaKepri.co.id

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO