Puskesmas Tanjung Buntung Bengkong Undang Siswa Berikan Pengetahun Bahaya DBD



PKP DREAMLAND

WARTAKEPRI.CO.ID, BATAM–Unit Puskesmas Tanjung Buntung Bengkong melaksanakan sosialisasi terkait bahaya jentik bagi anak anak yang ada di wilayah kerja Tanjung Buntung Bengkong pada Rabu (24/7/2019) di Aula Lantai 2 Puskesmas.

Kepala UPT Puskesmas Tanjung Buntung Bengkong dr Suriyati mengatakan bahwa kegiatan kita monitor evaluasi kader jumantik kasus DBD. Yang mana acara tersebut diikuti beberapa siswa siswi terdiri dari SD dan SMP yang ada di wilayah kecamatan Bengkong.

“Antusias para siswa siswi sangat terlihat luar biasa mendengarkan paparan penting dari petugas kesehatan puskesmas Tanjung Buntung Bengkong.Selain siswa siswi juga hadir guru gurunya yang juga sebagai pendamping,”kata Suriyati Rabu (24/7/2019) di Ruang kerjanya.

Menurut Suriyati, selama kurun waktu sebulan ini kasus DBD kian meningkat akibat dari kurang nya kesadaran masyarakat terhadap peduli lingkungan bersih. Setidaknya agar tidak terkena penyakit demam berdarah itu, perlu kiranya menjaga kebersihan,”tuturnya.

Selain itu, sambung Suriyati, Kegiatan ini juga rutin setiap sekali sebulan, bahkan kami juga turun ke sekolah. Pemeriksaan sekolah turun rutin khusus pada kelas 1 dengan memeriksa misalnya ada kelainan,”sambungnya.

Terkait jentik, banyak lingkungan yang kurang bersih.Masyarakat harus mampu meningkatkan 3 M Plus.Artinya kita menurunkan kader ke lingkungan, jika ada tanda Demam, nyeri, muntah,dan lemas, antisipasinya jangan bawa santai saja. Segera datang ke pelayanan kesehatan jangan sampai menunggu hari kelima
Hingga seminggu. Sebab itu sudah bahaya,”jelasnya.

Setiap Tahun dilaksanakan dengan menghadirkan kader jumantik cilik. Dilatih sekaligus diberikan materi tentang bahaya demam berdarah.Untuk antisipasinya, Sebaiknya dengan cara menguras bak mandi, menutup rapat tempat penampungan air. Buang sampah pada tempatnya,”terangnya.

Suriyati berharap mari bersama kita bangun kesadaran terhadap kebersihan lingkungan jangan biarkan ada sampah disekitar lingkungan.

Suriyati juga menyebut bahwa pelaksanaan Fogging bukanlah solusi untuk mengatasi DBD. Karena yang perlu kita atasi dengan cara membersihkan lingkungan sekitar,”tutupnya.



DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA