Jumlah Tangkapan BC Meningkat Sejak Operasi Patroli Terkoordinasi Kastam Indonesia Malaysia

167

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Heru Pambudi bersama Jabatan Kastam Diraja Malaysia (JKDM) secara kontinyu bersinergi dalam melakukan pengawasan di kawasan Selat Malaka. Sebagai salah satu jalur perdagangan tersibuk di dunia, potensi pelanggaran di wilayah tersebut kerap terjadi, sehingga dibutuhkan extra effort dalam mencegah kemungkinan terjadinya tindakan penyelundupan di wilayah tersebut.

“Untuk mengantisipasi tindak penyeludupan, DJBC dan JKDM mengambil langkah taktis dan sinergis yaitu melaksanakan Operasi Patroli Terkoordinasi Kastam Indonesia Malaysia (Patkor Kastima) ke-25 yang merupakan salah satu bentuk nyata untuk melaksanakan Instruksi Presiden Republik Indonesia dan sebagai salah satu program peningkatan pengawasan yang merupakan bagian dari Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai,” kata Heru Pambudi, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kamis (8/8/2019) Pada saat Konferensi Pers di Pelabuhan Bintang 99 Batuampar.

Heru Pambudi menjelaskan bahwa Pelaksanaan operasi kali ini juga merupakan hasil dari evaluasi pelaksanaan Patkor Kastima Ke-24 tahun lalu yang menghasilkan efek positif. “Tidak hanya dari segi jumlah dan jenis tangkapan, namun juga meningkatkan kerja sama instansi kepabeanan kedua negara,”jelasnya.

Patkor Kastima ini merupakan bukti eratnya hubungan bilateral dalam bidang Kepabeanan dan Cukai yang telah terbangun sejak 24 Juli 1994. Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan penegakan undang-undang kepabeanan kedua negara, menjalin kerja sama dalam melaksanakan patroli laut baik secara terkoordinasi maupun patroli laut rutin, dan sebagai upaya preventif maupun represif dalam rangka memberantas perdagangan ilegal dan penyelundupan barang ilegal di perairan Selat Melaka, antara lain narkotika, rokok, minuman keras (liquor), pakaian bekas (balepressed), dan barang larangan/pembatasan lainnya.

Patkor Kastima ke-25 akan dibagi dalam 2 (dua) tahap, yaitu Patkor Kastima 25A dan Patkor Kastima 25B. Dalam Patkor Kastima 25A, DJBC mengerahkan 6 (enam) unit Fast Patrol Boat seri 38 Meter dan 28 Meter serta 4 (empat) unit Speedboat sedangkan JKDM mengerahkan 5 (lima) Kapal Perantas dan 5 (lima) Kapal Penumpas dalam kurun waktu kurang lebih 3 minggu ke depan. Sedangkan Patkor Kastima 25B akan dibahas lebih lanjut,”ungkapnya.

Sebagai gambaran, Sambung Heru, pada Patkor Kastima ke-24 tahun lalu, terdapat 12 (dua belas) penindakan terhadap berbagai pelanggaran yang telah berhasil digagalkan operasi Patroli Laut Bea Cukai yaitu 6 (enam) penindakan terhadap penyelundupan bahan bangunan, sepeda motor, hingga kayu papan pada Patkor Kastima 24A dan 6 (enam) penindakan terhadap penyelundupan crude oil, rokok, Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) dan bawang.

Pelaksanaan Patkor Kastima ke-25 ini merupakan bukti keseriusan pemerintah baik Indonesia dan Malaysia dalam mengamankan wilayah Selat Malaka dari tindakan penyelundupan yang dapat merugikan dua negara.

Kedepannya diharapkan kualitas sharing informasi dan semangat dalam pelaksanaan Patkor Kastima dapat berperan penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban khususnya di perairan Selat Malaka serta menindak setiap kegiatan perdagangan ilegal yang merugikan kedua negara.

“Sehingga tercipta iklim yang kondusif di Selat Malaka yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran kedua negara,”tutupnya.(*)

Kiriman : Taufik Ch

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO DPRD ANAMBAS DPRD KARIMUN