Pertemuan Presiden Jokowi dan PM Mahathir Bahas Sekolah dan 2 Juta WNI di Malaysia

Pertemuan Presiden Jokowi dan PM Mahathir Bahas Sekolah dan 2 Juta WNI di Malaysia





WARTAKEPRI.co.id, MALAYSIA – Pertemuan bilateral Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad salah satunya membicarakan isu masalah pendidikan bagi anak-anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Kedua pemimpin negara tersebut melangsungkan pertemuan bilateral di Perdana Putra Building, Putrajaya, Malaysia, Jumat (9/8/2019).

Permasalahan yang berusaha diselesaikan adalah menyangkut belum terealisasinya pendirian sekolah-sekolah yang di wilayah Semenanjung, yaitu CLC (Community Learning Center).

Padahal, dalam kunjungan ke Indonesia beberapa waktu silam, PM Mahathir concern dan menganggap pendidikan bagi anak-anak TKI di Malaysia sebagai salah satu hal terpenting karena menyangkut pendidikan bagi anak-anak itu sendiri.

Untuk CLC di wilayah Sabah dan Sarawak semua sudah jalan, tinggal bagaimana meningkatkan kualitas dan kapasitas daya tampung. Sehingga diharapkan kehadiran negara bukan hanya terluar, tapi wilayah yang sangat luar yaitu di luar batas Negara Indonesia harus dilakukan dengan sebaik-baiknya.

Sehari sebelum pertemuan Presiden Jokowi dan PM Mahathir, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia (RI) Muhadjir Effendy, yang ikut dalam rombongan delegasi Indonesia bersama Presiden Jokowi sangat berharap isu pendidikan bagi anak-anak TKI di Malaysia bisa selesai dengan hasil yang diharapkan.

“Isu yang sekarang sedang kami usahakan segera selesai adalah berdirinya sekolah-sekolah di wilayah Semenanjung yaitu CLC atau Community Learning Center, yang belum bisa direalisasi,” kata Mendikbud saat mendampingi Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyampaikan keterangan pers, di Hotel Hyatt, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (8/8/2019) malam.

Mendikbud Muhadjir lanjut menuturkan, dirinya sudah bertemu Menteri Pendidikan Malaysia Maszlee Malik di Sidang SEAMEO beberapa bulan lalu di Kuala Lumpur untuk membicarakan hal yang sama. Dirinya berharap, dengan kehadiran Presiden Jokowi bisa segera merealisasikan pendirian sekolah-sekolah bagi seluruh anak TKI di Malaysia.

“Ini merupakan tanggung jawab dari negara dan hak warga negara untuk mendapatkan layanan itu,” sebut Muhadjir.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menambahkan, jumlah CLC milik Indonesia di wilayah Sabah dan Sarawak saat ini sudah mencapai 294 CLC dengan jumlah siswa cukup besar, yakni 16.191 orang.

“Jadi dari angka 16.000 ini juga temen-temen bisa melihat banyak sekali anak-anak yang sekarang sudah mendapatkan pendidikan. Dan Pak Mendikbud tadi juga sudah menyampaikan bahwa kami ingin mendapatkan hak pendidikan itu di Semenanjung,” kata Menlu Retno Marsudi.

Menlu Retno Marsudi juga mengemukakan masalah warga negara Indonesia di Malaysia yang jumlahnya cukup banyak, lebih dari dua juta orang.

Tentunya keberadaan dalam jumlah besar itu, sambung Menlu, ada beberapa isu yang mengikutinya, termasuk isu mengenai masalah pendidikan bagi anak-anak TKI Indonesia dan lain sebagainya.(*)

Sumber : RRI.co,id



DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA