Siapa Bakal Unsur Ketua Defenitif DPRD? Inilah Jawaban Kader PAN Natuna

8

WARTAKEPRI.CO.ID, NATUNA – Pimpinan Daerah, Partai Amanat Nasional (PAN) Natuna memiliki hak menduduki kursi Ketua DPRD Natuna  karena memperoleh suara terbanyak di Pileg 2019.

Namun bola itu terus mengelinding, siapa yang akan menjadi Ketua DPRD periode 2019-2024, bergantung pada keputusan DPP PAN.

Tarik ulur di tubuh partai, siapa yang bakal dampuk menjadi ketua DPRD Natuna hingga kini kotak pandora belum terbuka.

Ketua Dewan Pertimbangan Partai PAN Natuna, Daeng Amhar, belum lama ini menuturkan prihal keputusan hasil Peleno Partai ditingkat wilayah.

“Ya, posisi bakal calon ketua dewan akan diduduki oleh perwakilan dari kita, karena PAN sebagai pemenang Pemilu,” kata Daeng Amhar di ruang kerjanya, kemarin.

PKPONLINE PKP DREAMLAND

Akan tetapi, lanjut Daeng Amhar, proses penunjukan ketua dewan itu diinternal partainya masih berjalan alot karena terdapat dua versi di dalam organisasi kepartaiannya.

Daeng Amhar, SE MM

Ia menuturkan, berangkat dari pedoman partai, melalui hasil rapat pleno PAN yang digelar beberapa waktu lalu telah diputuskan bahwa calon ketua dewan sebanyak tiga orang.

“Calon yang berada diurutan pertama adalah Daeng Amhar, kemudan yang kedua Wan Riccy Syaputra dan yang ketiga Andes Putra,” kata Amhar.

Keputusan Pleno ini, berdasar Peraturan Oganisasi (PO) Partai Amanat Nasional yang mengatur bahwa partai berlambang matahari putih tersebut mengutamakan pengurus dan kader sebagai pimpinan dewan, tidak berdasarkan pada perolehan suara terbanyak.

Dan hasil Pleno itu, diakuinya sudah diserahkan ke DPW PAN Provinsi Kepri untuk dilanjutkan ke DPP PAN di Jakarta.

“Tapi setalah sampai di DPW, hasil pleno DPD ini berubah menjadi calon pertama didukui oleh Andes Putra, kedua Daeng Amhar dan yang ketiga Wan Riccy Syaputra,” tutur Amhar.

Dikatakannya, perubahan ini menjadi persoalan karena perubahan itu dinilai terjadi berdasarkan keputusan sepihak oleh DPW PAN Provinsi kepri.

Padahal, sambung Amhar, sesuai aturan yang berlaku di partainya dalam kegiatan penunjukan ketua DPRD tingkat II, DPW hanya berfungsi sebagai pemantau dan merekomendasikan hasil keputusan Pleno DPD ke DPP.

“Tapi ini dirubah sendiri oleh DPW. Saya sudah cek ke DPW, katanya perubahan itu tidak dilakukan melalui pleno. sementara sesuai aturan organisasi, kalau mau merubah hasil Pleno harus dilakukan melalui pleno. Dan dalam pasal penunjukan ketua DPRD Kabupaten ini, DPW tidak dalam fungsi seperti itu,” paparnya.

Diakuinya lagi, persoalan ini sudah disampaikan ke DPP PAN untuk ditindaklanjuti sehingga segera dapat keputusan.

“kita masih optimis, respon DPP mengarah ke acuan PO partai. Kami yakin keputusan DPP akan sama dengan hasil Pleno DPD yang sudah kami gelar itu, katanya.

Masih kata Amhar, Harapan kami juga begitu agar proses ini cepat. Biasanya setelah seminggu ada hasil pleno DPD, seminggu kemudian turun keputusan dari pusat. “Mudah-mudahan prosesnya di sana juga berjalan lancar dan lancar,” harap Amhar.

Pada berita sebelumnya, Ketua DPD PAN Natuna, Johanes menyatakan telah melalui mekanisme panjang dalam proses pemilihan calon Ketua DPRD, diawali usulan melalui peleno partai.

“Kita sudah memutuskan hasilnya untuk kita ajukan menjadi ketua DPRD Kabupaten Natuna ke DPP pusat melalui DPW PAN Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Yohanis kepada media di Hotel Natuna, (18/8/2019), lalu.

Akhirnya sambung Yohanes, hasil pemungutan suara tersebut Daeng Amhar meraih suara terbanyak 18 suara pertama disusul Wan Ricci Saputra peroleh 10 suara kedua dan Andes Saputra peroleh 3 suara, “Ini dipilih oleh 31 peserta rapat yang hadir memiliki hak suara dari 37 peserta terdaftar,” tutupnya. (Rky)

Komentar Anda

Polling Bakal Pasangan Calon Gubernur Kepri Periode Agustus 2020 versi WartaKepri.co.id

FANINDO DEWAN PERS WARTAKEPRI BBK MURAH