Kemanakah Arah Politik Urang Minang di Kepri di Pilkada Batam dan Kepri 2020?





WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Ikatan Keluarga Sumatera Barat (IKSB) Kota Batam sebagai induk organisasi pemersatu antar ikatan keluarga kota dan kabupaten yang ada di Batam, dalam 10 tahun terakhir terkesan menjadi penonton pada setiap Pemilu Kepala Daerah baik di Kota Batam maupun Kota lain di Provinsi Kepri. Sejak sosok Asman Abnur sebagai tokoh Minang melaju ke DPR RI dan meninggalkan posisi sebagai Wakil Walikota Batam, tidak ada lagi sosok Urang Minang di Batam menjadi tokoh untuk dibisa maju pada Pilwako atau Pilkada.

Bahkan, secara elektabilitas atau keterwakilan di berbagai bidang politik, tokoh tokoh minang di Batam makin tertinggal, terbukti dari puluhan kursi di DPRD tingkat provinsi hingga DPRD Kota Batam, hanya hitungan jari yang bisa laju dan duduk jadi legislatif.

Tercatat, pada Pilkada April 2019 lalu ada puluhan kandidat maju dari berbagai partai politik, tapi yang berhasil kurang dari lima orang. Sebuah angka yang menunjukan apakah benar urang Minang yang ada di Batam jumlah mencapai ratusan ribu orang.

Jika dibandingkan, Warga Batam yang berasal dari Medan dan Jawa dengan jumlah keterwakilan mereka yang duduk menjadi anggota DPRD Batam periode 2019-2024 mencapi belasan orang. Ini tentu sebuah keberhasilan yang sangat membanggakan, dan juga menunjukkan kematangan calon atau kandidat dalam berpolitik.

Matang berpolitik diawali dengan peran aktif dan duduk pada posisi strategis dimasing masing Partai Politik.

Menurut Ketua Harian IKSB M Al Ichsan dalam pertemuan dengan pemerintah Kota Batam menyampaikan jumlah penduduk Kota Batam pada November 2019 ada sekitar 1,2 juta lebih. Dari jumlah itu sekitar 27 persen adalah Warga Batam perantau dari Minang.

” Jika dihitung matematikanya hampir sekitar 350 ribu lebih adalah penduduk Batam berasal dari Minang,” jelas Al Ichsan, bebarapa waktu lalu dalam acara Silahturahmi Yayasan Panyambuang Lidah di Batuaji Batam.

Simak Video Dibawah ini: (masih proses editing)

Presentase perkiraan angka 350 ribu tersebut sangat lah besar, bahkan bisa hampir dua kali dari jumlah kemenangan pasangan Walikota Batam HM Rudi dan Amsakar pada Pilwako Batam 2015 lalu.

Dikutip dari sejumlah media online, KPU Kota Batam menetapan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Batam terpilih Kota Batam 2015 dengan perolehan suara 186.121, mengalahkan pasanga Ria-Lis, pada kisaran 130 ribuan.

Kalau dijumlah warga Batam yang memilih dan menggunakan hak suaranya dikisaran 350 ribuan lebih. Sebuah angka yang ternyata hampir sama dengan jumlah urang Minang yang tinggal di Batam.

Lalu, bagaimana dengan Pilkada Serentak pada September 2020 mendatang. Apakah angka angka diatas dapat membuka mata politik Urang Minang sendiri dan tentu Warga Batam dari suku lain.

Tapi, gerak dan peta perpolitikan akan terus ramai menjelang akhir 2019 mendatang. Seperti diketahui, untuk Pilwako Kota Batam, DPD Partai PDI Perjuangan Kota Batam telah selesai membuka penjaringan Bakal Calon Walikota Batam.

Dari belasan yang mendaftar, selain calon perorangan juga ada tokoh Ketua Partai Politik di Batam yang mencoba perutungan untuk diterima menjadi calon dari Partai PDI Perjuangan. Dan, ternyata tidak pula sosok tokoh dari Minang yang mendaftar.

Mungkinkah? partai politik lain selain dari Partai PDI Perjuangan akan membuka penjaringan Calon Walikota Batam. Sepertinya, tidak mungkin Partai Golkar Kota Batam dan Partai PKB akan membuka penjaringan juga, karena Ketua Partai mereka sendiri berharap untuk di pinang oleh Partai PDI Perjuangan.

Jika melihat kondisi ini, tipis kemungkinan Tokoh Minang akan menjadi Calon Walikota Batam. Kecuali, tokoh tokoh Minang yang ada partai politik mulai bersuara dan memunculkan sejumlah nama atau figur. Jika tidak rela memunculkan nama, mungkin memunculkan nama sendiri untuk maju Pilwako Batam sudah saatnya dilakukan. Meningat, garis star untuk kampanye sudah dilakukan sejumlah tokoh sejak bebarapa bulan lalu.

Dan, pertanyaanya jika belum ada yang berani muncul atau rela memberikan dukungan ke tokoh Minang yang dinilai Mumpuni secara Materi dan Pemikiran pada Pilkada 2020 nanti, maka Urang Minang di Kepri akan kembali menjadi Penonton di Pilkada Batam dan Kepri 2020.

Dan, sifat sebagai penonton hampir sama seperti suporter atau penonton bola. Akan selalu tidak suka dengan orang yang menang, dan ketika menang cuma kebagian senyuman dari kejauhan. Ketika mendapatkan rasa ketidak adilan, keras memberikan kritikan kepada penyelenggara atau wasit.

Jadi, apakah Urang Minang yang menurut Data ada 350 ribu di Batam akan kembali menjadi penonton. Atau, mulai bersama sama bersuara menunjuk satu nama untuk dijadikan pemain dan pembawa aspirasi Urang Minang pada Pilwako Batam dan Pilkada Kepri 2020.(*)

Penulis : Dedy Suwadha
CEO WartaKepri.co.id



DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA