Karo Penmas Divhumas Polri Rilis Perkembangan Pengungkapan Jaringan Terorisme





WARTAKEPRI.co.id, Jakarta-Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum M.Si., M.M melaksanakan Press Conference dengan beberapa media pada Kamis, 17 Oktober 2019 pukul 16.28 WIB
Bertempat di Ruang Rilis Humas Polri

Dimana perkembangan beberapa wilayah yang berhasil dilakukan penegakan hukum atau preventif strike oleh Densus 88 dan Polda jajaran.

Terdapat beberapa tersangka yang di hadirkan dan barang bukti dari hasil penggeledahan dan penyitaan yang dilakukan oleh jajaran Densus 88.

Barang-barang ini cukup beragam mulai senjata tajam berbagai macam jenis yang kita tunjukan, kemudian replika senjata dan airsoft gun yang sangat berbahaya, kemudian ada bahan-bahan atau senyawa-senyawa yang bisa digunakan untuk merakit bom, bahan TATP maupun jenis bahan-bahan kimia yang memiliki high eksplosif.

Saya perlu tegaskan lagi upaya yang dilakukan oleh Densus 88 di beberapa wilayah khususnya di luar Jakarta, tidak ada kaitanya dengan upaya-upaya untuk mengganggu proses pelantikan presiden dan wakil presiden ini tidak ada kaitannya, penegakan hukum yang dilakukan murni yang sesuai dengan fakta hukum dan hasil pemeriksaan tersangka yang sudah dilakukan penangkapan terdahulu.

Karena ada indikasi bahwa pelaku-pelaku ini akan melakukan rencana aksi terorisme di beberapa wilayah.

Jaringan terdiri dari beberapa JAD dari Bandung, Bekasi, Cirebon, Jakarta yang memiliki koneksi langsung ke Cirebon, Lampung, Jawa Tengah dan MIT.

Penangkapan di Jawa Timur bukan bagian dari JAD, Ia terpapar ISIS tapi dia memiliki virtual yang terstruktur di media sosial, master mindnya pimpinan virtual yang struktur di media sosial adalah yang ditangkap di Jambi yang mengendalikan berbagai macam kelompok-kelompok JAD yang tadi sebutkan.

Sampai hari ini sudah ada 40 orang terduga tindak pidana terorisme, sesuai dengan Undang-undang 5 tahun 2018.

Dari 40 yang dilakukan penegakan hukum dari tanggal 10 sampai tanggal 17 kemarin terdapat menyampaikan ada 36 tambahan ada 4 orang yang berhasil diamankan hari ini yaitu :

1. Bandung, ada 1 tersangka yang berhasil ditangkap atas nama *OA*, ini tergabung di dalam dia di Cirebon meskipun penangkapan di wilayah Bandung.

OA sama dengan JAD Cirebon sudah merakit bom dan mempersiapkan rencana aksi terorismenya untuk menyerang Mako Polri, tempat ibadah dan juga menyerang anggota Polri yang bertugas.

Seperti kejadian penembakan anggota Polri yang ada di jalan tol beberapa waktu yang lalu.

2 dan 3 Cirebon, 2 orang atas nama *W* dan *A*. masuk kedalam JAD Cirebon.

Perannya yang sama yaitu merencanakan bombing atau aksi serangan teror di Mako Polisi, tempat ibadah dan menyerang anggota Polri yang sedang bertugas.

Barang bukti yang berhasil diamankan :
– Buku-buku
– Kartu identitas
– Alat komunikasi
– Senjata tajam.

4. *AAS* alias Aulia alias Gondrong, tersangka tersebut masuk ke dalam kelompok JAD Bekasi.

Peran yang bersangkutan terlibat dalam kelompok Abu Zee, mempersiapkan penyerangan aksi terorisme yang berupa pengeboman dengan sasaran adalah Mako Polri dan anggota yang bertugas.

Barang buktinya yang berhasil diamankan khusus untuk tersangka *A* alias Ali alias gondrong :
– Bahan peledak
– Switching Bom sebayak 8
– Alat komunikasi
– Baut
– Paku-paku
– Kartu identitas
– Buku-buku

Densus 88 terus bekerja keras melakukan upaya preventif strike atau pencegahan terhadap kelompok-kelompok JAD di beberapa wilayah yang akan melakukan rencana aksi terorisme.

Sebagian barang bukti masih berada di uji di laboratorium forensik dan masih ada di lapangan.

Barang bukti :
1. *AAS* alias Adi alias Ali
– 3 pucuk senjata airsoftgun laras panjang besar peredamnya
– 2 pucuk senjata airsoftgun
– 12 botol berisi Gotri
– Tabung airsoftgun
– 146 tabung airsoftgun
– Tabung berwarna kuning yang fungsinya adalah untuk isi ulang.

Senjata yang digunakan sangat berbahaya dan nyata, biasanya di daerah Sumatera dan Kalimantan digunakan untuk berburu babi dan babi pun bisa mati, apa lagi digunakan untuk manusia yang bisa sangat fatal akibatnya.

– Serbuk putih
– aseton
– Drigen cairan alkohol.

Bahan-bahan kimia ini bisa dirakit untuk menjadi bom eksposisi.

2. *AAS* alias Adi alias Ali di TKP yang kedua Saron.

Barang buktinya :
– 2 pucuk pistol airsoftgun
– 1 senjata api
– 1 magazen berisi Gotri.

3. *RF* alias Rizal penggeledahan di Cijagra.

Barang buktinya :
– Busur panah
– Celurit
– Doue stick
– Golok
– 1 pucuk airsoftgun beserta programnya
– 3 kardus gas airsoftgun
– 1 kardus gas airsoft gun dengan merk yang berbeda
– 2 tempat berisi Gotri peluru
– 1 plastik berisik Gotri peluru
– Buku berjudul ISIS dan Imam Mahdi
– Beberapa buku buku terkait masalah ajaran ISIS.

4. *WBN* dari hasil penggeledahan di TKP Gunung Batu :
– 1 bilah pisau belati warna coklat bata sarungnya
– Serbuk putih
– Serbuk kuning
– Serbuk hijau
– 1 kalender yang berisi tentang rencana pelaksanaan jihadnya.

Satu hal terbaru dari hasil pengembangan pemeriksaan Abu Rara Dan istrinya FA senjata digunakan untuk melakukan penyerangan ada 3 :
1. Digunakan oleh Abu Rara
2. Digunakan istrinya
3. Digunakan anaknya, ini masih didalami.

Anaknya menggunakan pisau ini dan sudah diperintahkan oleh Abu Rara melakukan serangan terorisme kepada aparat Kepolisian, tapi anaknya mengurungkan niatnya karena niatnya dia tidak berani yang berani melakukan itu adalah Abu Rara Dan istrinya sendiri.

2 pisau yang digunakan, 1 digunakan Abu Rara dan 1 digunakan istrinya, saat sedang diperiksa di laboratorium forensik untuk memastikan sampel DNAnya.

Kepada terduga Abu Rara akan dikenakan sanksi pidana yang jauh lebih berat tambahan 1/3 hukuman sesuai dengan Undang-undang 5 tahun 2012, karena dia memerintahkan mempengaruhi anak dibawah umur untuk melakukan serangan atau melakukan aksi terorisme.

Pisaunya sama ya 3 jenis pisau sama yang satu dipegang oleh anaknya, satu istrinya 1 dipegang oleh Abu Rara sendiri.

Beberapa tersangka yang dihadirkan sesuai dengan pertimbangan dari penyidik Densus 88 dan proses pemeriksaannya sudah hampir selesai, tersangka lainnya masih dalam proses pemeriksaan.

Juga hasil pertimbangan keamanan kita tidak sembarangan menghadirkan beberapa tersangka teroris, karena memiliki pertimbangan keamanan. Tersangka yang dihadirkan sudah mulai proses strilisasi oleh teman-teman Densus 88.(**)

 

Kiriman: Taufik Chan



DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA