Beli Narkoba di Malaysia Untuk Diedarkan di Karimun, Pria 23 Tahun Diamankan KPPBC Karimun

WartaKepri.co.id Karimun – Dengan membeli 7000 ringgit dari negeri jiran Malaysia, seorang pria berinisial H-Y (23), nekat membawa barang haram narkoba jenis sabu sebanyak 25 gram, beserta dengan 50 butir pil ekstasi berwarna abu-abu, dan juga 99 butir pil yang diduga Happy Five, untuk diedarkan di daerah guntung, Tembilahan Inhil Riau, dan juga di wilayah Karimun.

Belum sempat untuk di edarkan dan menikmati hasilnya, tersangka H-Y berhasil diamankan oleh petugas Kantor Pengawasan Dan pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) B Tanjungbalai karimun pada senin (11//11/2019), pukul 16.45 wib.

PKP EXPO

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi, KPPBC TMP B karimun, Bagus Hariadi saat menggelar konferensi pers pada Jumat (15/11/2019), menjelaskan bahwa salah satu penumpang kapal feri MV. Ceria indomas yang diduga telah membawa narkotika, psikotropika dan prekursor (NPP), dari Pelabuhan Puteri Harbaour Malaysia dengan tujuan Tanjungbalai Karimun.

“Penegahan diawali dari profiling atau pengawasan terhadap para penumpang kapal Feri MV. Ceria Indomas yang dilakukan oleh petugas Bea dan Cukai, karena petugas melihat terdapat salah satu penumpang yang gerak-geriknya mencurigakan, Kemudian petugas melakukan pemeriksaan badan dan seluruh barang bawaan terhadap salah satu penumpang yang dicurigai tersebut,” jelas Pria berkacamata asal Kebumen Jawa tengah tersebut.

Lanjutnya, kata Bagus ditemukan barang berupa satu buah bungkusan berupa tablet dengan merek atau brand Erimin 5 yang disembunyikan pada bagian lipatan lengan baju, kemudian satu bungkus berisi pil tanpa logo diduga ekstasi berwarna abu-abu yang disembunyikan pada lipatan celana serta satu buah bungkusan berisi serbuk kristal putih diduga narkotika jenis sabu yang ditemukan di dalam dompet saku celana.

“Selanjutnya penumpang yang diketahui berinisial sebagai tersangka pembawa narkoba tersebut beserta barang bukti dibawa ke KPPBC TMP B Tanjungbalai Karimun oleh petugas Bea dan Cukai guna dilakukan pemeriksaan mendalam bersama anggota Satnarkoba Polres Karimun,” pungkasnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, tersangka H-Y mengakui seluruh perbuatannya, dimana membeli barang haram tersebut dari seseorang berinisial A di Malaysia.

“Saya mendapatkan barang dari seorang berinisial A, di daerah Pulay Johor Malaysia, dan barang tersebut rencananya akan dijual kepada seseorang berinisial A di daerah Guntung, dan sebagian lagi untuk dijual di sekitar daerah Tanjung Balai Karimun, dan sisahnya untuk pemakaian pribadi saya,” ujarnya.

Saat Konferensi Pers yang juga turut dihadiri oleh Instansi dan Stakeholder terkait lainnya, dari Polres, Lanal Tbk, kodim, BNNK, KSOP kelas I Tanjungbalai karimun, Imigrasi, Kejaksaan dan Pengadilan, Juga dilakukan uji narcotest, dan hasilnya didapat bahwa barang tersebut adalah positif narkotika jenis Happy Five, sabu (Methampethamine), dan pil ekstasi (MDMA).

Atas perbuatan tersangka H-Y tersebut, diduga telah melanggar Pasal 102 huruf e Undang- undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan yaitu menyembunyikan barang impor berupa sabu, secara melawan hukum (penyelundupan) di Pelabuhan feri Internasional Tanjungbalai Karimun dan atau mengimpor Narkotika sebagaimana dimaksud Pasal 113 ayat (1) Undang Undang Nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika. Dan kini kasusnya telah dilimpahkan kepada Polres Karimun untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut. (AMA)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24
PKP PROMO ENTENG