Kecolongan Ada Kebaktian di Rumah Gadang Minang TMII Jakarta, Ini Penjelasan Pemprov Sumbar





WARTAKEPRI.co.id, JAKARTA – Setelah beredar video adanya acara ibadah agama di Anjungan Rumah Adat Minang di TMII Jakarta, muncul sejumlah reaksi dari masyarakat minang di daerah termasuk di Kota Batam.

Untuk menelusuri video tersebut, Warta Kepri mencoba konfirmasi ke pihak Pemprov Sumbar dan juga Kepala Dinas Penghubung Pemprov Sumbar untuk DKI Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Andre Setiawan/ Foto Zulfahmi

Berikut penjelasan dari Kadispenghub Sumbar Andre Setiawan ke WartaKepri.co.id, yang telah dikonsep dalam bentuk share naskah WA.

Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh. Terkait dengan beredarnya informasi/ video acara Kebaktian di Balairung Anjungan Sumatera Barat Taman Mini Indonesia Indah, kami sampaikan hal berikut :

1. Kegiatan terjadi pada Hari Senin 18 November 2019. Hari Senin merupakan hari libur bagi seluruh staf di anjungan daerah sebagai pengganti hari kerja Sabtu dan Minggu, terkecuali bagi petugas keamanan.

2. Kegiatan tersebut tidak mempunyai izin resmi dari Pengelola Anjungan Sumatera Barat. Tanpa sepengetahuan pengelola, salah seorang staf anjungan yang tidak punya wewenang untuk memberikan izin, mempersilahkan acara karena panitia kegiatan berdalih acara tersebut adalah kegiatan sosial dan Family Gathering.

3. Pada saat acara berubah menjadi acara kebaktian, petugas keamanan langsung menegur dan meminta penyelenggara acara untuk menghentikan dan memindahkan kegiatan ke lokasi lain. Sempat terjadi ketegangan, namun akhirnya kegiatan dipindahkan ke Gedung Keong Mas TMII.

4. Kepada staf yang tanpa wewenang telah memberikan izin dan menyalahi prosedur, telah diberikan teguran dan diusulkan pemberian sanksi.

5. Kami selaku Pengelola Anjungan Sumatera Barat memohon maaf atas kejadian yang sangat memalukan ini.

Ttd,
Pengelola Anjungan Sumbar TMII

Dalam WA nya, juga disampaikan “Kami selaku pengelola mohon maaf yang sebesar-besarnya. Video yang beredar sebenarnya justru direkam oleh petugas keamanan anjungan sebagai barang bukti, karena waktu sekuriti menghentikan sempat ada ketegangan dgn penyelenggara sebelum akhirnya disepakati kegiatan dipindahkan ke lokasi lain ”

Sementara itu, menanggapi video tersebut, Ketua Yayasan Panyambuang Lidah Kota Batam Zulfahmi dengan singkat menyatakan kekecewaanya.

” Sangat kecewa dengan kejadian tersebut,” singkat Zulfahmi, Rabu (20/11/2019).

Kiriman : Zul
Editor : Dedy Suwadha



PKP DREAMLAND

DEWAN PERS WARTAKEPRI