Teks Pidato Menteri Nadiem Untuk Hari Guru Nasional 2019 Viral dan Bikin Publik Tersentuh





WARTAKEPRI.co.id – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menjadi pembicaraan netizen, bahkan masuk tranding di twitter. Mantan CEO Gojek memposting naskah pidato yang akan dibacakannya pada upacara bendera peringatan Hari Guru Nasional, Senin (25/11/2019). Isi pidato Nadiem berhasil bikin publik tersentuh.

Hari Guru Nasional dicetuskan sejak 1994 sesuai Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, dan UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Tanggal 25 November dipilih sebagai Hari Guru Nasional, bersamaan dengan ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengunggah teks pidato itu sejak Jumat (22/11/2019). Kemarin, akun Twitter resmi @Kemendikbud_RI juga mempostingnya. Di awal teks pidato yang menggugah tersebut, Nadiem terlebih dahulu meminta maaf lantaran pidatonya tidak seperti para pendahulunya.

“Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati, biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke,” tulis Nadiem dalam naskah yang bereda.

Nadiem banyak menyampaikan perspektif baru tentang dunia pendidikan. Salah satunya soal tugas guru yang ia nilai sangat mulia, sekaligus juga sangat sulit. Dia sadar, meski tugas utama guru membentuk masa depan bangsa, mereka lebih sering diberi aturan dibandingkan mendapat pertolongan.

“Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu Anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas,” tulis Nadiem.

Nadiem pun mengakui potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian. Sayangnya, selama ini guru terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan. Ditambah lagi dengan desakan kurikulum yang padat, ukuran kemampuan berkarya, hingga tidak adanya kepercayaan untuk berinovasi.

Ia pun mengajak guru untuk menemukan bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri dan membantu guru lain yang mengalami kesulitan. Nadiem meminta guru melakukan perubahan kecil di kelas tanpa menunggu perintah terlebih dulu. Nadiem berjanji tidak akan pernah membuat janji kosong kepada guru.

“Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar. Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas. Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas. Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri. Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan. Apapun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukanya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak. Selamat Hari Guru,” pungkas eks Bos Ojek aplikasi ini.

Tak lama setelah teks pidato diunggah akun @Kemendikbud_RI, postingan ini pun memviral. Ribuan netizen memosting ulang dan menyukai teks pidato Nadiem. Ribuan warganet lainnya menyukai unggahan ini. Selain itu, kata kunci ‘Pak Nadiem’ trending topic di Twitter.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo lewat akun twitter-nya @ganjarpranowo turut berkomentar dan memuji. “Pidato Pak Mendikbud ini 2 lembar, isinya langsung pada persoalan. Kalau dibacakan dalam upacara pasti cepat selesai. Simak baik-baik isinya! Apa komentarmu?” cuitnya Ganjar menyertakan teks pidato Nadiem.

Akun @y1dda menimpali. “What a great speech, Pak Nadiem! Andai menteri pendidikan dari dulu begini,” pujinya disambut @arifbantoso yang menunggu realisasi pidato Nadiem di lapangan.

“Inilah kebijakan yang selama ini kutunggu. Aku bukan guru, aku ayah dari dua anak yang masih sekolah. Salah satunya disleksia dan butuh penanganan tersendiri. Guru-gurunya paham cara penanganannya, tapi terhalang aturan. Terimakasih Mas Menteri,” kicaunya panjang.

Tak ketinggalan, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar lewat akun @cakimiNOW juga turut mengomentari pidato Nadiem. “Baru baca pidato Mendikbud Nadiem di hari guru nasional, isinya biasa tapi memang keren! Saya setuju perubahan segera dimulai dari dunia pendidikan kita. Selamat hari guru, saya mohon maaf pada almarhumin guru-guru saya yang telah berpulang ke rahmatullah, alfatihah.” (*)

Sumber: inisiatifnews.com



PKP DREAMLAND
FANINDO
DEWAN PERS WARTAKEPRI

PEMPROV KEPRI
PEMKO BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA