Ketua DPRD Batam Minta Pemko Buat Aturan Jelas antar Taksi Online dengan Taksi Pangkalan

699

WARTAKEPRI.co.id.BATAM – Keributan antara angkutan taksi konvensioanal dengan angkutan online kembali terjadi. Ratusan pengemudi angkutan online Selasa (03/12/2019) sekitar pukul 11.00 WIB, mendatangi pangkalan taksi pelabuhan Batam Center, yang memicu terjadinya ketegangan antara kelompok pengemudi kedua belah pihak.

Petugas kepolisian dari Polsek Batam Kota dan Polresta Barelang langsung datang kelokasi untuk melakukan pengamanan, sehingga tidak sampai terjadi kontak fisik, dan pada akhirnya sekitar pukul 16.30 WIB ratusan pengemudi angkutan online tersebut menarik diri dan meninggalkan pelabuhan Batam Center.

Menyikapi kekisruhan yang sering terjadi itu, Ketua DPRD Kota batam Nuryanto SH MH yang mendatangi tempat kejadian pada sekitar pukul 17.00 WIB, meminta dengan tegas agar pemerintah Mota Batam segera mengundang dan rapat dengan pihak-pihak terkait dan para pelaku usaha taksi untuk mencari solusi yang tepat, baik dan bijak.

Honda Capella

Solusi tersebut berupa regulasi yang pasti dalam mengatur bagaimana teknis pembagian dan pengelolaan cara bertransportasi yang baik.

Meskipun kewenangan dalam perizinannya ada pada pemerintah provinsi Kepri, namun tidak ada salahnya pemerintah kota juga membuat peraturan daerah tentang tata kelola operasional transportasi di Kota Batam.

“Kami minta kepada taksi konvensional maupun taksi online, untuk bisa menahan diri. Batam adalah milik kita yang harus kita jaga keamanan dan kenyamanannya,”tegas Nur.!(Ardi oyong)

FANINDO