Khas Budaya Natuna Rombongan Tim KNGI Di Jamu Bupati Makan Malam Bedulang

70

WARTAKEPRI.CO.ID – Bupati Kabupaten Natuna H.A Hamid Rizal usai melaksanakan Rakor bersama Tim Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) di Natuna.

Malam harinya, Para tamu sepesial Bupati di jamu Makan malam Khas Melayu Natuna berupa malam Bedulang. Bertempat di Gedung Daerah, Jalan Batu Sisir, Kecamatan Bunguran Timur, Kamis (19/12) malam.

Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna sangat menyambut baik kedatangan rombongan Tim KNGI di Bumi Laut Sakti Rantau Bertuah ini.

Mereka disuguhi Makan bedulang, ini adalah tradisi makan bersama-sama dalam satu dulang.

Dulang yang dimaksud di sini adalah nampan besar yang digunakan sebagai tempat untuk meletakkan aneka makanan dalam piring-piring kecil.

PKPONLINE PKP DREAMLAND

Makanan-makanan itu kemudian ditutup menggunakan tudung saji yang disebut mentudong.

Makan bedulang ini sejatinya menyimpan nilai-nilai kearifan lokal yang mengajarkan kita tentang syukur, kebersamaan, dan penghormatan terhadap tamu.

Jadi bukan hanya sekadar makan enak bersama-sama saja. Banyak filosofi yang tersimpan dalam sebuah dulang berisi aneka makanan yang tertutup tudung saji.

Bupati Hamid Rizal dalam sambutannya beliau berharap kedepan status Geopark Natuna sebagai Geopark Nasional bisa dipertahankan, bahkan dapat ditingkatkan menjadi Geopark Internasional yang tercatat di UNESCO.

Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna melalui Badan Geopark Natuna, dibawah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), terus melakukan upaya pelestarian terhadap sejumlah Geosite yang menjadi Geopark Natuna,

serta mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat Natuna, agar sama-sama menjaga dan melindungi sejumlah asset milik Daerah tersebut.

 

Sementara itu Yahya Rachaman Hidayat, yang merupakan salah seorang Tim KNGI mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna beserta sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD),

“Kami sangat berkesan selama berada di pulau Natuna dimana telah menyambut kedatangan kami di daerah ujung utara NKRI itu dengan sangat baik,” sebut Yahya Rachaman.

Yahya Rachaman menjelaskan, Geopark Natuna memiliki arti tersendiri setelah dilihat dari sejumlah Geosite yang ada. Untuk itu sudah sewajarnya jika Geopark Natuna menjadi Geopark Nasional. Namun ia meminta agar kita semua tidak puas dengan hasil yang ada sekarang ini.

Ia mendorong supaya Geopark Natuna bisa mendapat pengakuan dari Global Geopark Unesco (GGU), supaya Geopark Natuna menjadi Geopark Internasional.

Pihaknya berjanji akan mengusahakan pengembangan Geopark Natuna untuk bisa masuk dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Karena mereka masih mempunyai waktu 7 hari untuk melakukan revisi terhadap RPJMN 2020-2024.

Yahya menyebutkan, untuk masuk kedalam RPJMN itu harus ada Destinasi Prioritas Pariwisata (DPP), setelah itu baru mereka akan berkoordinasi dengan Kementrian Pariwisata RI.

Lalu setelah diamati, Geopark Nasional Natuna merupakan salah satu bagian dari DPP Batam, Pulau Bintan itu, tergabung dalam satu paket Provinsi Kepulauan Riau.

“Ini bisa menjadi satu kesatuan pariwisata yang ada di Provinsi Kepri yang akan dikembangkan,” sebutnya.

Kedatangan Tim KNGI ke salah satu daerah perbatasan tersebut, untuk melakukan evaluasi akhir dan program KNGI berikutnya. Selain itu juga untuk bersilaturahmi dengan pengelola Geopark Nasional,

untuk saling memberikan dukungan dan masukan dalam pengembangan destinasi wisata dan pengembangan konservasi serta penelitian dan edukasi kepada masyarakat tentang pemeliharaan Geopark.

Dalam kesempatan itu, Hamid Rizal didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Natuna Wan Siswandi, para Asisten dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna. (rky)

Komentar Anda

Polling Bakal Pasangan Calon Gubernur Kepri Periode Agustus 2020

FANINDO DEWAN PERS WARTAKEPRI BBK MURAH