Dirreskrimum Polda Kepri Amankan Empat Pelaku Pungli Kawasan Pantai Tanjung Pinggir Sekupang

53

WARTAKEPRI.CO.ID, BATAM–Direktur Kriminal Umum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.IK bekerjasama dengan Polsek Sekupang mengamankan empat pelaku yang melakukan pungutan liar (Pungli) ilegal yang terjadi pada 1 Januari 2020 kemarin.

“Empat tersangka yang kedapatan pungutan liar (Pungli) sudah diamankan, mereka beraksi di wilayah pantai Tanjung Pinggir, Sekupang, kota Batam,”ujar Dirreskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.IK, Kamis (2/1/2020) Saat Konferensi Pers bertempat di ruang Humas Polda Kepri.

Dikatakan Kombes Pol Arie Dharmanto, Empat pelaku yang diduga pungutan liar ini berdasarkan laporan masyarakat yang merasa resah dengan ulah pelaku yang meminta uang masuk yang tidak wajar, beradasarkan laporan masyarakat yang resah atas aksi para pelaku yang meminta uang masuk sebesar Rp. 20.000,- perorang yang ingin memasuki Pantai Tanjung Pinggir, Namun setelah membayar tidak diberikan tiket ataupun tanda masuk lainnya,”katanya.

 

“Tidak butuh lama, empat pelaku tersebut diamankan, sebab pelaku memungut tidak masuk kedalam (Pendapatan Asli Daerah, Dari pengakuan pelaku, Uang yang didapatkan berjumlah 3.840.000 itu, diguanakan untuk pribadi tidak ada setoran ke pihak lain,”terangnya.

Kasus ini terus akan kita dalami lagi, sudah jelas polda kepri saat ini sedang gencarnya memberantas tindakan pungli. Maka dari itu kepada masyarakat yang mengetahui adanya dugaan pungutan liar yang tidak ada izinnya segera melaporkan ke pihak kepolisian,”ungkapnya.

Sementara Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si Mengatakan Dari hasil laporan masyarakat pada saat itu juga tim Subdit III Dit Reskrimum Polda Kepri bergerak menuju Kawasan Wisata Tanjung Pinggir dan melakukan penyamaran sebagai pengunjung yang ingin memasuki kawasan Pantai tersebut.

“Hasilnya didapati bahwa benar telah terjadi Praktek Pungli yang meresahkan dan merugikan Masyarakat. Hasil pungli tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi para pelaku,”Kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si Kamis (2/1/2020) saat gelar Konferensi Pers Di Humas Polda Kepri.

Selanjutnya keempat pelaku beserta Barang Bukti dibawa Ke Polsek Sekupang untuk pemeriksaan lanjutan. Dari hasil pemeriksaan keempat pelaku memiliki peran masing-masing dalam menjalankan aksinya.

Untuk pelaku Inisial (OW) berperan sebagai Kordinator Lapangan, Inisial (RI) berperan sebagai Penjaga Pintu masuk, yang bertugas meminta restribusi biaya masuk ke kawasan Pantai kepada pengunjung, kemudian inisial (SF) berperan sebagai penjaga pintu sekaligus meminta restribusi biaya masuk ke kawasan Pantai kepada pengunjung dan sedangkan (MM) bertugas sebagai tukang Parkir,”pungkasnya.

Kabid Humas Polda kepri juga menjelaskan bahwa kepada tersangka dijerat dengan pasal 43 Perda Kota Batam No.17 tahun 2001 tentang kepariwisataan dengan ancaman hukuman 6 bulan dan denda paling banyak 5 juta rupiah,”jelasnya.

Selain itu, mengacu pasal 62 Perda Kota Batam No.3 tahun 2018 tentang penyelenggaraan dan retribusi parkir dengan ancaman hukuman 3 bulan dan denda paling banyak 50 juta rupiah,”terangnya.

Tidak hanya itu, kepada tersangka juga akan dilapis dengan pasal 368 KUHP tentang pengancaman dan pemerasan, Kemudian apabila kita temukan ada ancaman, maka akan kita lapis dengan pasal 368 KUHP,”tutupnya.

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PKPONLINE PKP DREAMLAND