Binmas Polres Karimun Gelar Focus Group Discussion Basembang Bercerite dengan Tokoh Pemuda





WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Guna menanggulangi kenakalan remaja, Binmas Polres Karimun pada Kamis (16/1/2020), menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Pemerintah serta Tokoh Pemuda di wilayah Hukum Polres Karimun untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, di Meeting room hotel aston Tanjungbalai Karimun.

Turut serta hadir pada pelaksanaan kegiatan yang rutin dilaksanakan tersebut dengan mengangkat tema “Upaya penanggulangan kenakalan remaja guna menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di Kabupaten Karimun” tersebut, perwakilan dari Instansi Pemerintah, serta para Tokoh pemuda dengan keseluruhan peserta berjumlah 40 orang.

Pelaksanaan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tersebut berdasarkan UU. nomor 2 tahun 2002 tentang Polri, Perkap nomor 3 tahun 2015 tentang Perpolisian masyarakat, RKT.

Satbinmas polres Karimun serta surat perintah Kapolres Karimun nomor Sprin/ 103/ I/ Huk. 6.6/ 2020, tanggal 16 januari 2020 tentang perintah guna melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD).

Seusai pelaksanaan kegiatan Focus Group Discussion (FGD), kasat binmas Polres Karimun AKP. Eriman menuturkan bahwa, upaya penanggulangan kenakalan remaja guna menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di Kabupaten Karimun ini dengan melibatkan beberapa Instansi Pemerintah seperti Dina Pendidikan dan para Camat, Lurah serta para Tokoh Pemuda.

“Sering ditemukannya anak remaja khususnya di wilayah Karimun melakukan kegiatan kenakalan remaja diantaranya seperti membolos sekolah, melakukan pelanggaran lalu-lintas, geng motor, ngelem, merokok, narkoba, miras, merusak fasilitas umum, dan tawuran sekolah bahkan diperparah dengan melakukan tindak pidana,” sebut AKP. Eriman.

Lebih lanjut Eriman mengatakan, polres Karimun beserta jajaran terkait lainnya telah melakukan beberapa pencegahan, diantaranya yaitu upaya berdiskusi dengan Stakeholder terkait lainnya serta para pemangku kepentingan.

“Melakukan patroli bersama dengan Stpol PP, seperti tahun kemarin setiap bulannya kita melaksanakan yang dibantu dengan Dinas Sosial dimana menertibkan pada jam-jam bagi anak-anak Sekolah yang membolos, serta dari hasil diskusi ini,  ada beberapa cara penanggulangannya diantarnya mengadakan Posyandu Remaja guna mengundang narasumber serta para Pemudanya, dengan usia 10 hingga 17 tahun,” ungkapnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Pendidikan Dra. Riza kurniati menjelaskan bahwa kita harus preventif, artinya bagaimana kita sebagai orang tua dapat mencegah kenakalan remaja tersebut.

“Dan itu fungsinya Sekolah tidak hanya sebagai melaksanakan Pendidikan saja, dan yang paling utama adalah Keluarga. Sebab Keluarga sangat berperan penting dalam menanggulangi atau mencegah terjadinya kenakalan remaja. Karena keluarga merupakan Sekolah pertama bagi anak-anak kita,” ujarnya.

Kata Riza, anak-anak ini ingin diakui, dimana pada saat sekarang ini jadilah orang tua pembelajar, sebab mungkin sebagai orang tua pada jaman kolonial, sementara pada saat ini anak berada pada jaman milenial.

“Agar para orang tua paham benar terhadap anak remaja sekarang, dimana kenakalan remaja disaat anak menginjak bangku SMP, pada usia 13 tahun keatas remaja mulai mencari jati diri mereka,” pungkas  Dra. Riza kurniati.

Menurut Narasumber sekaligus Psikolog Rica Irma Dhyanti, M. Si., C. Ht,  terjadinya kenakalan remaja dapat dilihat dari terkait pemicunya, selain itu baru kita mencari solusi dan apa yang harus kita lakukan guna meminimalisir angka kenakalan remaja.

“Karena kita bukan ilmuwan yang mencari benar dan salah, akan tetapi kita mencari jalan tengah dan solusinya, karena kita dulu juga pernah remaja tentunya dan kita mengetahui sepak terjang remaja yang ingin mengetahui segala hal,” terangnya.

Ibu dua orang anak ini juga menambahkan, terlebih remaja saat ini tidak ingin diceramahin, apalagi dinasehatin, sudah jadul sekali.

Artinya remaja saat ini ingin diajak, ingin dianggap, serta ingin dihargai khusunya di lingkungan keluarga, maka mereka akan mencari keluar jika diabaikan.

“Dan jika para remaja keluar dan berkumpul dengan komunitas-komunitas yang tidak baik, maka para remaja ini akan terjerumus menjadi tidak baik, sehingga pemicunya akan lari ke narkoba, balapan liar, pencurian, melakukan pelanggaran lalu-lintas, geng motor, ngelem, merokok, miras, merusak fasilitas umum, dan tawuran sekolah.

Intinya untuk meminimalisir itu semuanya kembali kepada keluarga, karena harta yang paling berharga adalah keluarga, tempat yang paling sejuk dan mendamaikan saat ini dimanapun kita pergi pasti kembalinya kepada keluarga.

“Saya pribadi juga mengajak kepada seluruh masyarakat Bumi Berazam, mari bersama-sama memberikan cinta tanpa syarat khususnya kepada anak-anak kita, sebelum kita mencintai mereka, belajar mencintai diri kita sendiri, karena jika kita tidak mencintai diri kita sendiri, kita tidak mengerti akan diri kita, kita akan selalu melihat kesalahan pada anak-anak kita, padahal kita yang luka jiwanya pada masa lalu,” tutup wanita humoris tersebut.(ama)



PKP DREAMLAND
FANINDO
DEWAN PERS WARTAKEPRI

PEMPROV KEPRI
PEMKO BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA