Tanggapan Kementrian Perindustrian Soal Isuzu Panther Bakal Disuntik Mati

Isuzu Panther. (Photo: Istimewa)





WARTAKEPRI.co.id, JAKARTA – Kendaraan roda empat atau mobil keluaran Isuzu Panther tengah menghadapi masa kelam. Perusahaan yang memproduksinya bahkan dikabarkan mulai menyerah.

Isuzu Panther yang dijual saat ini adalah versi facelift ketiga. Evolusi desain Panther dari tahun ke tahun memang tak seradikal Toyota Kijang. Tersedia tipe Grand Touring, LS Turbo, LV Turbo, dan Smart Turbo.

Dilansir Uzone.id, masa kelam mobil produksi PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) ini dapat dilihat dari penjualannya yang hanya 763 unit pada 2019.

Angka tersebut turun dibandingkan penjualan di 2018 sebanyak 900-an unit. Selain itu Panther juga akan dipaksa menggunakan mesin standar emisi EURO IV untuk bahan bakar diesel mulai 7 April 2021.

Selain karena hal itu, Perusahaan tersebut juga sudah punya rencana untuk tidak melanjutkan produksi Panther karena berbenturan dengan regulasi baru.

Soal itu, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, Alat Pertahanan Kementrian Perindustrian, Putu Juli Ardika mengutarakan pendapat yang berbeda.

“Makanya saya kemaren ngomong masalah EURO 4, itu belum disampaikan. Yang jelas Isuzu sudah siap untuk masuk ke euro 4, bukan disuntik mati sebenarnya,” kata Putu di acara jumpa pers Indonesia Modification Expo (IMX) 2020 di Gandaria City, baru-baru ini.

Menurut Putu setiap kendaraan ada masa ekonomisnya, dan sekarang ini sudah naik tipenya karena menggunakan teknologi mutakhir seperti commonril dan oksidasi katalis.

“Sehingga sekarang ini sudah naik tipenya karena dia untuk masuk ke sana common rail kayak gitu lho, sudah ada oksidasi katalis, jadi ada macam-macam teknologinya,” kata dia.

Sumber: Uzone.id



PKP DREAMLAND
FANINDO
DEWAN PERS WARTAKEPRI

PEMPROV KEPRI
PEMKO BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA