Syarat Ngirim Satwa Liar dan Langka di Karimun, Baca Ini

53

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Kantor Karantina Pertanian Tanjungbalai Karimun menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama tiga narasumber tentang Sistem Pengendalian Peredaran Satwa Liar dan Produknya di Tempat Pemasukan dan Pengeluaran, pada kamis (13/2/2020) di ballroom Hotel Aston Tanjungbalai Karimun.

Pada pelaksanaan kegiatan yang turut serta mengundang dari pelbagai instansi terkait lainnya dan juga komunitas pecinta burung di Kabupaten Karimun ini mengangkat tema “Sinergi pengawasan lalu lintas tumbuhan satwa liar dan langka”, merupakan solusi dan tanggapan kantor Karantina terkait persyaratan apa saja dalam pengiriman satwa liar dan langka di Karimun.

“Selama ini, baik pecinta maupun komunitas burung melakukan permohonan ke kantor karantina saja, padahal pemilik juga harus melengkapi dokumen-dokumen lainnya di luar dari pada karantina, diantaranya surat angkut tumbuhan dan satwa dalam negeri (SATS-DN), maupun surat angkut tumbuhan dan satwa dalam negeri (SATS-ln),” ujar Kepala kantor Karantina Priyadi.

Dikatakannya, Dalam Undang-undang nomor 21 tahun 2019, tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan dijelaskan bahwa sistem pencegahan masuk, keluar dan tersebarnya hama dan penyakit hewan karantina, hama dan penyakit ikan karantina, serta organisme pengganggu tumbuhan karantina serta pengawasan atau pengendalian terhadap keamanan pangan sekaligus mutu pangan, dalam tugas fungsi pengawasan lalu lintas khususnya tumbuhan satwa liar dan langka.

“Tentu saja karantina memerlukan sinergi dengan instansi terkait khususnya Balai Konservasi Sumber Daya Alama (BKSDA), agar peredaran dan pemanfaatannya terkontrol, sehingga keberadaan tumbuhan dan satwa ini tidak punah akibat perdagangan Internasional,” pungkasnya.

PKPONLINE PKP DREAMLAND

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Kepela seksi peredaran TL, Sub Direktorat pemanfaatan jenis Konservasi hayati, Daniwari Widiyanto mengutarakan, klasifikasi apendiks dalam cites yaitu apendiks I terancam punah, apendiks II belum terancam punah namun perdagangannya Haris terus terkontrol, serta apendiks III dimana jenis yang diproteksi oleh suatu negara dan negara anggota.

“Diharapkan dapat membantu guna mengontrol terhadap ekspornya, dimana informasi mengenai prosedural perijinan pengiriman tumbuhan satwa liar dan langka agar tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Lebih dalam Daniwari menuturkan bahwa, pihaknya berharap agar kelestarian flora dan fauna khususnya di wilayah Kabupaten Karimun dapat terjaga dengan baik.

“Dan sekaligus para komunitas dapat mengikuti sebagaimana peraturan yang telah ditetapkan,” imbuhnya.

Salah satu peserta dari Kicau Mania Karimun (KMK), Oki sangat mengapresiasi serta menyampaikan rasa terimakasih Kepada Kantor Karantina beserta instansi terkait lainnya, yang mana telah memberikan edukasi sekaligus pemahaman kepada para pecinta burung kicau (Satwa) uang masih awam.

“Untuk kedepannya sebagai acuan dimana burung yang kami pelihara merupakan salah satu jenis burung yang telah dilindungi oleh pemerintah,” jelasnya.

Entrepreneur muda ini juga mengatakan bahwa, kendala selama ini hanya saat akan berpergian keluar daerah untuk mengikuti perlombaan, karena surat karantina itu kan sebelumnya harus dilengkapi dengan surat dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), oleh karena di Kabupaten Karimun belum ada, kita akhirnya terkendala. (aziz)

Komentar Anda

Polling Bakal Pasangan Calon Gubernur Kepri Periode Agustus 2020

FANINDO DEWAN PERS WARTAKEPRI BBK MURAH