Antisipasi Covid-19, Insa Batam Sosialisasi Tata Cara Kedatangan Alat Angkut Dari China – WartaKepri
258 views

Antisipasi Covid-19, Insa Batam Sosialisasi Tata Cara Kedatangan Alat Angkut Dari China

PKP DREAMLAND

WARTAKEPRI.co.id, BATAM– Indonesia National Shipowner Association (INSA) Kota Batam melaksanakan sosialisasi tata laksana kedatangan alat angkut dari Mainland China.

Ketua DPC Indonesia National Shipowner Association (INSA) Kota Batam, Osman Hasyim mengatakan, sebenarnya ini program karantina untuk Covid-19 yang mana sebagai penyampaian informasi kepada pengguna jasa maupun perusahaan-perusahaan di bawah naungan INSA Batam.

“Jadi, ini bentuk cara mencegah terjangkitnya Covid-19 atau Virus Corona, kita secara bersama-sama untuk mengelola prosedur yang sudah ditetapkan. Ini sangat penting karena Indonesia sampai saat ini mendapat pujian terhadap penanganan Virus Corona,” kata Osman Hasyim, ketua Insa Batam,Rabu (26/02/2020) siang di Hotel Travelodge Batam.

Menurut Osman, cara penanganan Virus Corona terhadap kapal dan kru kapal yang masuk ke Batam prosedurnya sudah ada dan sudah disediakan oleh karantina.

“Penanganan ini harus terus dilakukan dan disosialisasikan agar tidak terjadinya kebobolan virus Corona ke Negara kita terutama Kota Batam,” ungkapnya.

Ia bahakan menyebut, yang akan dilakukan pemeriksaan nanti hanya manusia saja, untuk barang tidak kita periksa karena penularan Virus Corona sampai saat ini masih melalui udara yaitu dari batuk dan kontak fisik,”sebutnya.

Sementara, Julianty Dewi, Kasi Pengendalian Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Batam menambahkan bahwa untuk berlakukan karantina selama 14 hari, terhitung hari terakhir dia berangkat dari Cina, walaupun dia nanti singgah di pelabuhan lain, ketika nanti sampai di Batam belum mencapai 14 hari, maka kapal itu akan di karantina.

“Semua kapal yang berasal dari Cina, semuanya akan kita berlakukan karantina selama 14 hari di Tanjung Pinggir Sekupang, setelah di karantina tanpa ada kendala, baru nanti kita akan keluarkan Sertifikat Praktik dan kapal boleh melakukan aktifitasnya,” kata Julianty.

Seperti yang diketahui, penularan Virus Corona untuk pemeriksaan masih terhadap kru kapal atau orangnya, untuk barang-barang bawaan belum bisa melakukan penularan.

“Penularan ini melalui droplet atau percikan batuk dari penderita. Sampai saat ini belum ada yang terindikasi. Ini sudah berlangsung mulai dari bulan Desember sampai dengan sekarang, dan kita belum tahu sampai kapan berlangsungnya ini,” ungkapnya.

Untuk saat ini yang diberlakukan pemeriksaan ketat masih dari Cina, untuk negara Singapore dan Malaysia hanya melakukan pengawasan saja.

“Sampai saat ini baru dua kapal yang diberlakukan untuk di karantina dan semua tidak ada yang terjangkit. Seandainya ada yang terjangkit Virus Corona kita akan rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam,”tutupnya.

Tulisan: Taufik Chan

Komentar Anda



FANINDO
DEWAN PERS WARTAKEPRI

PEMPROV KEPRI
DPRD BATAM
PEMKO BATAM
DPRD ANAMBAS
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
DPRD KARIMUN
PEMKAB KARIMUN
DPRD LINGGA
PEMKAB LINGGA