KNPI Jemaja Minta Tempat Karantina Khusus ada di Kecamatan

54
WartaKepri -KNPI Anambas

Wartakepri.co.id, Anambas – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas berharap ada Tempat Karantina di Kecamatan Jemaja.

Perkembangan persoalan Covid-19, makin hari semakin meningkat, hal ini dapat dilihat dari angka yang di sajikan dari hari ke hari, perkembangan Covid-19 ini seperti deret Ukur bukan deret hitung dikarenakan hari hari semakin melompat, menghadapi persoalan ini semua pemerintah daerah tertuju kepada persoalan ini dan begitu juga dengan Kabupaten Kepulauan Anambas dengan menyurati pihak PELNI dan Agen Very cepat untuk mengurangi intensitas berlayar, tidak hanya menyurati angkutan laut Pemda KKA juga menyurati angkutan udara.

Upaya pengurangan intensitas operasi adalah dalam rangka memutuskan mata rantai penyebaran Covid 19, setelah pengurangan atau penghentian operasional angkutan laut dan udara, banyak warga Anambas yang tidak bisa pulang ke Anambas karena tidak adanya moda transportasi, untuk itu pemda KKA bersama dengan DPRD KKA melaksanakan rapat bersama dan di hasilkan kesepakatan untuk pemulangan warga Anambas yang berada di luar Anambas.

Menyikapi rencana pemulangan warga Anambas yang berada di luar daerah, Mudahir Ketua KNPI Jemaja mengungkapkan, dirinya pada prisipnya mendukung seluruh kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah, ini semua tentunya sudah di pikirkan secara arif dan bijaksana oleh pemangku kebijakan.

“Jika memang warga Anambas yang ada di luar akan di pulangkan ke Anambas salah satunya warga Jemaja, saya berharap di Jemaja ada tempat karantina khusus, ini sesuai dengan harapan kita KNPI Jemaja melalui diskusi di Grup KNPI sangat mengharapkan tempat karantina bukan karantina Mandiri” ungkap Dahir.

Pria yang berencana maju pada pemilihan ketua KNPI Kabupaten ini juga mengungkapkan, bahwa jika memang ada warga Jemaja yang di pulangkan nanti, setidaknya sudah ada tempat untuk karantina, mungkin menyikapi ini semua perlu didudukkan secara bersama sehingga ada ide-ide yang di pikirkan secara bersama sehingga tidak saling menyalahkan dan semua dapat mencari solusi yang baik.

PKPONLINE PKP DREAMLAND

“Saya berpikir kalau dilakukan karantina mandiri nantinya akan timbul konflik sosial di masyarakat, misalnya ada orang yang tidak tertib dan di tegur oleh petugas Gugus atau masyarakat namun tidak bisa menerima teguran tersebut sehingga akan terjadi perdebatan dan menyebabkan konflik. Dilapangan sekarang ini kita ketahui bahwa banyak masyarkat yang tidak paham atau mengerti dengan istilah istilah yang menyangkut Covid-19 ini, seperti jika di karantina khusus ada sebagian beranggapan itu sudah terinfeksi Covid-19, padahal kan tidak, nah stigma stigma seperti inilah yang perlu ketahui oleh masyarakat,” sebutnya.

Pada prinsipnya kami dari KNPI Jemaja sangat berharap di Jemaja ada tempat karantina khusus, namun semua tergantung dari pihak yang berwenang kami hanya bisa berharap.

“Saya berharap untuk saat ini marilah kita semua bahu membahu dan bersatu untuk lawan Covid-19, tinggalkan politik dan jangan dipolitisasi kebijakan pemerintah KKA atau saling mencari kesalahan,” tuturnya.

Disebutkannya, tetapi alangkah baiknya semua saling berpikir solusi sehingga semua kuat untuk melawan virus ini, jika memang ada tempat karantina maka akan memudahkan proses pengawasan nya, sehingga mudah di kontrol.

“saya berharap persoalan Covid-19 ini cepat berakhir, oleh karena itu, marilah kita semua di saat melakukan amalan amalan di bulan Ramadhan ini menyisipkan doa kepada Allah agar Covid-19 ini cepat berakhir, dari wilayah Indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya, karena menurut saya, berdoa di bulan puasa ini lebih baik dari bulan bulan yang lainnya dan mudahan di kabulkan”. tutupnya.(Rama)

Komentar Anda

BBK MURAH FANINDO DEWAN PERS WARTAKEPRI